Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menyesal, remaja ancam tembak Jokowi minta ulahnya tak ditiru

Menyesal, remaja ancam tembak Jokowi minta ulahnya tak ditiru Anak muda ancam tembak Jokowi. ©Instagram

Merdeka.com - Ketua KPAI Susanto mendatangi Mapolda Metro Jaya. Ia hendak menemui RJ alias S, remaja 16 tahun tersebut diciduk polisi usai video menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) miliknya viral.

Kepada KPAI, RJ yang mengaku menyesal menitip pesan kepada khalayak agar perbuatannya tak ditiru.

"RJ juga akan sampaikan permohonan maaf. Ia juga akan meminta agar tidak meniru oleh siapa pun, termasuk anak seusianya juga adik-adiknya di Indonesia. Karena ini tindakan tidak boleh terjadi," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/5).

"Jadi sesungguhnya yang bersangkutan mengaku bukan hina presiden, semata mata hanya untuk lucu-lucuan ke publik, tantangan oleh teman-temannya. Melihat kasus ini dari sisi usia masih anak, latar belakang dan apa yang dilakukan kondisinya seperti itu, tentu memenjarakan bagi pelaku bukan tindakan yang arief."

Ia menegaskan, dalam kasus penghinaan simbol negara tidak bisa ditoleransi. Namun, apabila diperbuat oleh anak-anak maka perlu dimaafkan.

"Bahwa kita tidak bisa toleransi, iya. Tindakan itu tidak boleh terjadi dan tidak boleh dilakukan kepada siapapun, karena hina simbol negara. Masih usia anak tentu kita maafkan. Polisi juga maafkan atas tindakan yang dilakukan RJ," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP