Menteri PPPA: Wujudkan Transportasi Publik Ramah Perempuan dan Anak untuk Mudik Lebaran Aman dan Nyaman

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya transportasi publik ramah perempuan dan anak selama musim mudik Lebaran 2026, memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh keluarga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri PPPA: Wujudkan Transportasi Publik Ramah Perempuan dan Anak untuk Mudik Lebaran Aman dan Nyaman
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti urgensi Layanan Mudik Ramah Perempuan dan Anak demi perjalanan Lebaran 2026 yang aman dan nyaman, serta bebas kekerasan. (AntaraNews)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengingatkan pentingnya transportasi publik yang ramah serta responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak, termasuk selama musim mudik Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan saat beliau meninjau persiapan arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten, pada Sabtu (14/3).

Kementerian PPPA mengapresiasi berbagai fasilitas yang telah disiapkan guna mendukung mudik yang ramah perempuan dan anak. Hal ini bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta fasilitas layanan bagi para pemudik.

Perjalanan selama periode Lebaran diharapkan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Peninjauan ini juga menekankan keberadaan petugas layanan yang responsif serta sistem keamanan yang memadai.

Berbagai fasilitas telah disediakan untuk menunjang kenyamanan pemudik perempuan dan anak. Fasilitas tersebut mencakup ketersediaan toilet khusus bagi perempuan dan anak, sistem informasi perjalanan yang jelas dan mudah diakses, serta ruang bermain yang ramah anak.

Selain itu, terdapat ruang laktasi yang layak bagi ibu menyusui, menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan spesifik keluarga. Pos SAPA 129 juga tersedia sebagai ruang pengaduan apabila ditemukan indikasi kekerasan atau pelecehan.

Fasilitas-fasilitas ini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan mudik yang inklusif dan aman. Adanya dukungan seperti ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran orang tua selama perjalanan. Ini juga memberikan rasa tenang bagi perempuan dan anak.

Menteri Arifah Fauzi juga menekankan pentingnya responsivitas petugas layanan terhadap kebutuhan perempuan dan anak. Sistem keamanan dan pengawasan yang memadai sangat diperlukan untuk mencegah potensi kekerasan, pelecehan, maupun situasi darurat selama perjalanan mudik.

Beliau secara khusus mengapresiasi fasilitas ruang bermain yang tersedia di kapal. Menteri PPPA melihat langsung anak-anak di kapal tidak lagi sibuk dengan gawai, melainkan dapat bermain dan bercengkrama bersama orang tua mereka.

Ketersediaan fasilitas ini menjadi hal sangat positif karena menciptakan suasana perjalanan lebih hangat. Hal ini juga memperkuat kebersamaan antara orang tua dan anak. Dengan fasilitas yang nyaman, keluarga dapat menikmati perjalanan dengan lebih harmonis.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut serta dalam kegiatan pengecekan persiapan arus mudik ini. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Hadir pula Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal Lodewijk Freidrich Paulus, serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi