Menteri Basuki: Tak usah ke kota, petani bangun irigasi di desa juga dapat upah
Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengisi materi dalam Sekolah Partai yang diselenggarakan PDI Perjuangan untuk para calon kepala/wakil kepala daerah yang diusung pada Pilkada Serentak 2018. Basuki mengungkapkan pembangunan infrastruktur prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).
Dalam pemaparannya, Basuki memberikan tips untuk seorang kepala daerah bisa membangun infrastruktur yang tepat sasaran. Artinya, tidak hanya dirasakan langsung manfaatnya, tetapi berperan mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur memang merupakan investasi jangka panjang yang memang tidak akan bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam waktu dekat. Sebab, ada proses yang harus dilalui untuk mencapai peningkatan," kata Basuki di Depok, Selasa (30/1).
Basuki menuturkan, meskipun pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang, tetapi jangka pendeknya tetap ada hasilnya. Salah satu yang bisa diukur adalah angka penurunan kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 menunjukkan, presentase penduduk miskin mencapai 10,38 persen. Dari jumlah tersebut 61,47 persen berada di wilayah pedesaan, dan 38,53 persen berada di wilayah perkotaan.
"Jumlah ini turun bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 10,78 persen. Kemiskinan masih menjadi tantangan dalam membangun infrastruktur," jelas Basuki.
Selanjutnya untuk meningkatkan pemerataan di desa sekaligus menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah desa, Pemerintah telah memulai program Padat Karya Tunai (PKT) Tahun 2018. Salah satunya adalah program PKT Irigasi (P3-TGAI) yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Menteri Basuki mengatakan adanya program padat karya ini membuat para petani membangun desanya di saat tidak musim tanam.
"Biasanya para petani, setelah masa tanam, pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain. Tapi, dengan adanya program Padat Karya ini, mereka jadi tidak perlu pergi kemana-mana. Justru mereka membangun desanya lewat pembangunan saluran irigasi dan mendapatkan upah," ujar Basuki.
Strategi seperti itu, kata basuki, bisa diterapkan oleh kepala daerah dalam menjalankan kepemimpinan di daerahnya masing-masing dimana orientasi pembangunan infrastruktur selain untuk kemajuan secara fisik juga untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerahnya.
Dalam Sekolah Partai periode kali ini, selain Basuki, hadir juga sebagai pemateri yakni Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Bupati Trenggalek M Nur Arifin, dan Direktur The Wahid Institute Ahmad Suaedy. Adapun dari PDI Perjuangan yang hadir langsung yakni Kepala Sekolah Partai Komarudin Watubun, Wakil Sekolah Partai Daryatmo Mardiyanto, dan Sekretaris Sekolah Partai Eva K Sundari. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya