Menristekdikti minta korban Diksar UII dijamin keamanannya
Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir meminta Universitas Islam Indonesia (UII) memberi jaminan keamanan para mahasiswa yang menjadi korban dugaan kekerasan saat diksar mapala UII. Keamanan para mahasiswa penting karena korban dan pelaku berada dalam lingkungan kampus sama.
"Jaminan keamanannya (mahasiswa korban) harus dijaga. Kekerasan di dunia pendidikan di Indonesia harus dihapuskan," tegas Nasir di Gedung Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Kamis (26/1).
Nasir menerangkan, sanksi tegas harus diberikan kepada pelaku kekerasan di dunia pendidikan. Selain itu hukum juga harus ditegakkan secara adil.
Rektor UII Harsoyo mengaku instansinya tak bisa memberikan jaminan keamanan sepenuhnya kepada mahasiswa, termasuk korban. Alasannya, UII bukan lembaga keamanan.
"Kami tidak punya pengawal untuk menjaga. Jika ada intimidasi akan kita koordinasikan dengan pihak keamanan yang kompeten," ujar Harsoyo.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga orang mahasiswa UII tewas usai mengikuti acara pendidikan dasar atau The Great Camping (GC), yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah yang digelar pada 13 hingga 20 Januari 2017.
Ketiga mahasiswa yang meninggal adalah Muhammad Fadhli (20), Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro UII angkatan 2015, asal Batam tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1). Asyam mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015 asal Yogyakarta tewas di RS Bethesda, Yogyakarta pada Sabtu (21/1). Korban terakhir adalah Ilham mahasiswa Hukum Internasional angkatan 2015 yang tewas di RS Bethesda, Senin (23/1). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya