Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MenPAN RB Sebut Efisiensi Anggaran Daerah Melonjak jadi Rp 65,1 Triliun

MenPAN RB Sebut Efisiensi Anggaran Daerah Melonjak jadi Rp 65,1 Triliun Menpan-RB rapat kerja dengan Komisi II DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Mempan RB) Syafruddin mengatakan, di tahun 2018 terjadi lonjakan perbaikan kinerja dan tata kelola pemerintahan di seluruh Indonesia.

"Di tahun 2018, kita alami lonjakan perbaikan kinerja dan tata kelola pemerintahan di seluruh Indonesia. Kita bisa mengefisiensikan anggaran daerah Rp 65,1 triliun yang di tahun 2017 lalu sekitar Rp 41 triliun sekian," kata Syafruddin kepada wartawan usai penyerahan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja dalam kegiatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award 2018 wilayah III di Hotel Four Point By Sheraton, Makassar, Selasa (19/2).

Dijelaskan, SAKIP Award ini dibagi tiga wilayah dan khusus SAKIP Award 2018 wilayah III ini dilangsungkan di Makassar. Adapun SAKIP Award wilayah I di Bandung dan SAKIP Award wilayah II di Banjarmasin.

Pembagian tiga wilayah ini adalah upaya efisiensi untuk menjangkau jangkauan wilayah wilayah. Dan seluruh SAKIP telah diserahkan ke kementerian maupun lembaga, kemudian pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Khusus SAKIP Award 2018 wilayah III di Makassar ini, meliputi 10 provinsi dan 170 lebih kabupaten/kota. Kategori penilaiannya mulai dari kategori C, CC, lalu B dan BB kemudian A dan AA.

Di SAKIP Award 2018 wilayah III ini, yang berhasil meraih predikat A adalah Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima hasil evaluasi kinerja. Di tingkat kabupaten/kota, predikat A diraih Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulon Progo. Lalu predikat puncak dengan nilai AA diraih DIY Yogyakarta.

Syafruddin membeberkan, ada 10 indikator penilaian SAKIP ini, antara lain program-program yang tidak perlu itu dipangkas. Dia mencontohkan efisiensi dari Jawa Tengah.

"Mas Ganjar (Ganjar Pranowo) paparkan di testimoninya tadi, sekitar 88 persen dia hilangkan program dan kegiatan. Program-program itu bukan tidak perlu karena semua kegiatan itu perlu. Cuma ada yang cross, tumpang tindih, ada yang sama, ada yang mirip. Itulah yang diselaraskan sehingga kegiatannya jadi menciut. Di situlah kunci keberhasilan untuk efesiensikan pengeluaran," kata Syafruddin.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP