Menkum HAM Bedol Desa Semua Petugas Lapas Hinai Langkat Buntut Kerusuhan Napi

Sabtu, 18 Mei 2019 17:43 Reporter : Yan Muhardiansyah
Menkum HAM Bedol Desa Semua Petugas Lapas Hinai Langkat Buntut Kerusuhan Napi TNI Kendalikan Situasi Lapas Hinai. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Hamonangan Laoly, berang dengan kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Langkat di Hinai, Langkat, Sumut, Kamis (16/5). Dia mencopot semua pegawai yang bertugas di sana.

"Hari ini sudah nonaktif, bukan hanya Kalapas, semua yang ada di sini, karena saya sudah dengar tadi pungli dan lain-lain, semua diangkat, semua bedol desa, nanti dilihat ke mana, jangan masuk di Rutan Lapas dulu. Ini orang berbahaya kalau ditaruh di situ, penyakit," kata Yasonna kepada wartawan seusai mengunjungi Lapas Hinai, Sabtu (18/5).

Setelah Bachtiar Sitepu dinonaktifkan, posisi Kalapas Narkotika Kelas III Langkat diisii M Tavip. Dia sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pembinaan Bimbingan dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkum HAM Sumut.

Yasonna mengaku sudah mendengar semua permasalahan yang ada di Lapas Kelas Narkotika III Langkat. Menurutnya yang terjadi hampir mirip dengan kerusuhan di Lapas Siak.

Dia mengakui ada kekerasan yang dilakukan petugas terhadap penghuni Lapas. "Memang itu penemuan narkoba harus ditindaklanjuti, itu benar. Yang tidak benar adalah perbuatan yang eksesif sampai menyebabkan penganiayaan yang dilihat warga binaan hingga menimbulkan emosi yang sangat mendalam. Hampir hampir mirip dengan kasus Siak," kata Yasonna.

Politisi PDIP ini mengaku kecewa dengan anak buah yang tidak mengindahkan instruksinya. Dia sudah memerintahkan agar Lapas dan Rutan steril dari segala perbuatan yang melanggar aturan.

Terkait tuntutan para napi, seperti penghapusan pungli, kekerasan, ketidakadilan, remisi, hingga Pembebasan Bersyarat (PB), Yasonna menyatakan, hal itu akan ditindaklanjuti bertahap. "Secara bertahap kita lihat akan nanti," kata Yasonna.

Mengenai banyaknya napi yang memegang handphone, bahkan sempat memvideokan kerusuhan di sana, menurut Yasonna, hal itu bukti bobroknya mental pengurus Lapas.

"Itu yang tadi, bahkan didagangkan itu, makanya semua mereka ini dibuang, itu tidak bisa," ucapnya.

Kerusuhan terjadi Lapas Narkotika Kelas III Langkat, di Hinai, Langkat, Sumut, Kamis (16/5) siang. Napi dan tahanan mengamuk dan merusak fasilitas serta kendaraan di Lapas karena emosi melihat rekan mereka disiksa petugas.

Kantor Lapas dibakar. Kaca-kaca berpecahan. Kendaraan dirusak dan dibakar.

Sebagian besar napi dan tahanan memilih tak melarikan diri. Mereka hanya mengejar pegawai Lapas yang menganiaya rekannya. Sebagian memilih beraktivitas di luar Lapas, seperti membeli sate, sebelum akhirnya berhasil dibujuk masuk kembali ke dalam Lapas.

Situasi kembali normal setelah para penghuni Lapas dimediasi. Mereka diberi kesempatan menyampaikan tuntutannya kepada pejabat Kemenkum HAM Sumut yang datang ke lokasi.

Saat kerusuhan terjadi jumlah penghuni Lapas 1.634 orang. Data teranyar, jumlah yang melarikan diri 176 orang.

Di antara mereka yang melarikan diri, 113 orang sudah berhasil diamankan. Selain ditangkap kembali, beberapa di antaranya menyerahkan diri.

Sebanyak 63 orang masih melarikan diri. Aparat terkait terus memburu mereka. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini