Menko PMK Akui Eksploitasi Alam Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kalsel

Jumat, 22 Januari 2021 12:27 Reporter : Merdeka
Menko PMK Akui Eksploitasi Alam Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kalsel Banjir di Kalimantan Selatan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tak memungkiri bahwa eksploitasi alam menjadi salah satu penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan (Kalsel). Untuk itu, dia menekankan pentingnya pengelolaan alam yang tepat di Kalimantan.

"Pengelolaan alam yang salah dan sembrono menyebabkan timbulnya malapetaka bencana alam," kata Muhadjir saat mengunjungi posko pengungsian banjir Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dikutip dari siaran pers, Jumat (22/1/2021).

Hal ini mengingat Kalimantan memiliki sumber daya alam berupa keanekaragaman hayati dan kandungan mineral di dalam perut buminya. Dia meminta pihak-pihak yang memanfaatkan kekayaan alam di Kalimantan untuk menghitung risiko jangka pendek dan panjang.

"Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan terlalu besar (dari lingkungan), sementara sebagian yang lain menanggung risiko terlalu besar," jelasnya.

Selain itu, Muhadjir meminta semua pihak, baik masyarakat umum, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk lebih mencintai alam. Dia juga mengingatkan agar memanfaatkan alam dengan bijaksana.

"Marilah kita memanfaatkan alam ini dengan cara-cara yang bijak, yang arif, dengan penuh perhitungan manfaat dan risikonya. Jangan sampai ternyata manfaat itu lebih kecil dibanding risikonya," ujar Muhadjir.

Sebagai informasi, banjir besar yang menggenangi 11 Kabupaten dan Kota di Kalsel itu merendam kurang lebih 87.765 rumah warga. Ketinggian rendaman air mencapai 2 meter.

Setidaknya, 74.863 warga mengungsi dan korban meninggal sebanyak 21 orang. Sarana prasarana juga banyak yang rusak diakibatkan banjir, seperti jembatan putus, tanggul jebol, jalan trans kalimantan putus, dan banyak pula sekolah dan rumah ibadah yang rusak.

Reporter: Lizsa Egeham [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini