Menhan Ingatkan Prajurit Kodam Siliwangi Ancaman Terhadap Pancasila

Rabu, 24 April 2019 20:44 Reporter : Aksara Bebey
Menhan Ingatkan Prajurit Kodam Siliwangi Ancaman Terhadap Pancasila Komisi I DPR Gelar Raker Bersama Menhan dan Panglima TNI. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia harus mewaspadai gerakan yang bisa mengancam persatuan NKRI. Selain terorisme dan pemberontakan, ideologi seperti khilafah merupakan hal-hal yang bisa mengancam Pancasila.

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu usai memberikan pengarahan kepada ribuan prajurit Kodam III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (24/4).

"Kalau ancaman sudah ada, yang jelas ancaman nyata kita adalah teroris, pemberontakan," ujarnya.

"Ancaman teroris jelas kekacauan, tujuannya untuk mengganti ideologi negara. Ideologi khilafah, 24 negara di dunia ini tidak suka khilafah, termasuk Arab Saudi," tegasnya.

Dia menuturkan, ideologi khilafah pertama kali muncul di Mesir pun dibubarkan dan dilarang. Hal yang sama dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang membubarkan organisasi yang dianggap bisa merusak ideologi sebuah negara.

Apalagi ideologi itu sudah masuk ke lembaga pendidikan. Tak hanya khilafah, ideologi komunis yang tumbuh di Russia atau Tiongkok pun ditegaskan tidak akan bisa hidup di Indonesia.

"Di sini kita sudah ada Pancasila. Negara kita kan negara Pancasila, bukan negara agama, tapi orangnya harus beragama," ucapnya.

Disinggung mengenai ancaman keamanan usai Pemilu 2019, Ryamizard menyatakan belum menemukan potensi serius. Semua wilayah relatif aman dan masih kondusif.

"Saya rasa tidak ada apa-apa. Di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera tidak ada masalah. Mudah-mudahan tidak ada (masalah). Kalau ancaman kamtibmas sama polisi cukup lah," tutupnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pancasila
  2. Menhan
  3. Terorisme
  4. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini