Mengurut Masalah Distribusi Pupuk Subsidi

Selasa, 24 Mei 2022 18:06 Reporter : Ihwan Fajar
Mengurut Masalah Distribusi Pupuk Subsidi PT Pupuk Indonesia. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus distribusi pupuk masih jamak ditemukan di daerah. PT Pupuk Indonesia sebagai produsen mengklaim produksi pupuk tidak ada persoalan. Perusahaan akan menindak tegas bagi distributor maupun kios jika melakukan penyimpangan penyaluran pupuk subsidi. Apalagi sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki musim tanam.

Senior Vice President Public Service Obligation wilayah II PT Pupuk Indonesia (Persero), Muh Yusri mengatakan pada tahun 2022, pihaknya memiliki kapasitas sebesar 14 juta ton pupuk subsidi. Hanya saja, dari angka tersebut, alokasi pupuk subsidi pada tahun 2022 hanya sembilan juta ton.

"Kemampuan penyediaan tahun 2022, kami memiliki kapasitas 14 juta ton. Sementara alokasi tahun 2022 hanya sembilan juta ton, artinya kami memiliki kelebihan lima juta ton," kata Yusri saat jumpa pers di Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (24/5).

Dengan adanya selisih tersebut, pihaknya menegaskan stok pupuk di Indonesia dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2022. Yusri juga menjelaskan adanya keluhan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi bukan karena tidak adanya stok.

"Subsidi dari pemerintah untuk pupuk bersubsidi hanya sembilan juta ton. Jadi itu bukan kelangkaan, tapi memang kurang karena keterbatasan kuota subsidi oleh pemerintah," bebernya.

Selain itu, PT Pupuk Indonesia akan memberikan sanksi tegas distributor maupun kios yang berbuat penyimpangan dalam penyaluran pupuk subsidi. Sejumlah sanksi yang disiapkan mulai dari pengurangan alokasi, wilayah distribusi bahkan hingga pemecatan.

"Apabila kami temukan, tidak segan untuk memberikan sanksi tegas kepada distributor dan kios. Kami berkomitmen pupuk subsidi harus betul-betul bisa tersalurkan sesuai," tegasnya.

Ia menyebut pelanggaran dilakukan distributor ataupun kios sudah terjadi di Jawa Timur. Ia menyebut distributor di Pulau Madura dan Kabupaten Nganjuk terbukti melakukan pelanggaran penyaluran pupuk subsidi.

"Seperti kemarin di Nganjuk dan ada juga di Madura. Kami sudah lakukan tindakan dan memecat distributor yang melakukan penyimpangan penyaluran pupuk subsidi," bebernya.

Sementara untuk penyimpangan distribusi di wilayah Sulsel, Yusri mengaku belum menemukan. "Untuk Sulsel hingga saat ini tidak begitu banyak mendapatkan penyimpangan yang dilakukan distributor maupun kios," sebutnya.

Sementara itu SVP Communication Corporate PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana menambahkan untuk menghindari penyimpangan distribusi pupuk subsidi, pihaknya sudah memiliki aplikasi Retail Management System (Rekan). Ia menyebut dengan aplikasi Rekan tersebut bisa mengetahui secara digital distributor ataupun kios yang melakukan distribusi pupuk subsidi.

"Aplikasi itu merupakan kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjaga distribusi (pupuk subsidi). Melalui sistem ini, kami bisa identifikasi atau tracking secara digital siapa saja yang mengambil pupuk di kios ataupun toko.

Kepala Bidang TPHP Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Muhli Mori menjelaskan pada tahun 2022, pihaknya mengusulkan sebesar 2,2 juta ton pupuk subsidi. Hanya saja, dari usulan tersebut Sulsel hanya mendapatkan 572.032 ton pupuk subsidi.

"Realisasi penyaluran sampai tanggal 23 Mei 2022 mencapai 230.480 atau 40 persen. Jadi jika ada yang bilang pupuk subsidi langka itu kurang tepat, tapi memang kurang," kata dia. [cob]

Baca juga:
Polisi Sita 279,45 Ton Pupuk Ilegal, 21 Orang Jadi Tersangka
Mentan: Kinerja Sektor Pertanian Naik di Tengah Pandemi Didorong Ketersediaan Pupuk
Pupuk Kaltim Susun Road Map Manajemen Risiko di Perusahaan, Begini Isinya
Bertemu Ibas, Petani Jeruk di Magetan Keluhan Sulitnya Peroleh Pupuk Subsidi
Terapkan Sistem Digital, Penyaluran Pupuk Subsidi Hingga ke Kios Dipantau 24 Jam
Petani Menjerit Pupuk Langka, Komplotan Ini Justru Selewengkan 17 Ton Pupuk Subsidi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini