Mengungkap Kekayaan Seni: Festival Rintisan Desa Budaya Bantul, Upaya Membangun Perilaku dan Tradisi Lokal

Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Festival Rintisan Desa Budaya sebagai langkah strategis membangun kebudayaan daerah, tak hanya seni tapi juga perilaku. Penasaran bagaimana festival ini merajut tradisi dan inovasi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengungkap Kekayaan Seni: Festival Rintisan Desa Budaya Bantul, Upaya Membangun Perilaku dan Tradisi Lokal
Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Festival Rintisan Desa Budaya sebagai langkah strategis membangun kebudayaan daerah, tak hanya seni tapi juga perilaku. Penasaran bagaimana festival ini merajut tradisi dan inovasi? (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Rintisan Desa Budaya yang berlangsung selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu (22-23 Agustus).

Festival Rintisan Desa Budaya ini dipusatkan di Lapangan Kelurahan Wirokerten, Kecamatan Banguntapan. Acara ini menjadi wadah bagi lima kelurahan rintisan untuk menampilkan potensi seni dan budaya yang berkembang di masing-masing wilayahnya, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan bahwa Festival Rintisan Desa Budaya merupakan bagian integral dari strategi pemerintah kabupaten dalam membangun kebudayaan secara menyeluruh. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kesenian, tetapi juga pada pembentukan budaya perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Membangun Kebudayaan Melampaui Seni Tradisi

Bupati Abdul Halim Muslih menjelaskan bahwa pembangunan kebudayaan memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar mengembangkan seni tradisi. Menurutnya, hal ini juga mencakup pembangunan budaya perilaku yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Harapan besar diletakkan pada kelima kelurahan rintisan budaya ini agar dapat bertransformasi menjadi desa mandiri budaya. Tujuan utamanya adalah menciptakan wilayah yang maju kebudayaannya, memiliki warga yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta tatanan sosial yang harmonis dan teratur.

Pendekatan holistik ini menunjukkan bahwa kebudayaan dipandang sebagai fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah. Dengan mengakar pada nilai-nilai budaya dan perilaku positif, diharapkan masyarakat Bantul dapat mencapai kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Ragam Potensi Seni dan Ekonomi Lokal dalam Festival

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, mengungkapkan bahwa Festival Rintisan Desa Budaya ini memiliki beberapa tujuan penting. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kebudayaan yang ada di Bantul, melestarikan tradisi, serta memperkaya wawasan masyarakat tentang keragaman seni budaya di Kabupaten Bantul yang sangat variatif.

Dalam festival ini, kelima kelurahan rintisan desa budaya menampilkan berbagai jenis kesenian yang menjadi ciri khas mereka. Potensi seni yang ditampilkan meliputi:

  • Kelurahan Wirokerten: Seni ketoprak
  • Kelurahan Trirenggo: Seni jathilan klasik
  • Kelurahan Temuwuh: Seni jathilan klasik
  • Kelurahan Bawuran: Seni ketoprak
  • Kelurahan Patalan: Seni reog

Selain pertunjukan seni budaya, festival ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Sekitar 30 pelaku UMKM turut berpartisipasi, memeriahkan kegiatan dan sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan mereka. Kehadiran UMKM ini tidak hanya menambah daya tarik festival, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi