Mengungkap Cerita Pembelian SU-35 untuk TNI AU, Sampai Indonesia Ditekan AS

Kamis, 28 Maret 2019 05:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Mengungkap Cerita Pembelian SU-35 untuk TNI AU, Sampai Indonesia Ditekan AS Sukhoi Su-35 TNI AU. ©istimewa

Merdeka.com - Indonesia kembali membeli jet tempur dari Rusia. Kali ini salah satu jet tercanggih Sukhoi Su-35 yang akan memperkuat TNI AU. Pembelian jet tempur ini bukan tanpa kendala, Amerika Serikat ternyata sampai menekan Indonesia karena membeli alutsista canggih dari Rusia. Namun Indonesia tak peduli.

"Tetapi pemerintah telah membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan ini adalah masalah internal, masalah kepentingan nasional dan keputusan secara alami akan dibuat oleh kami," kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi seperti dikutip media Rusia, Tass.

Dubes Supriyadi mengatakan Rusia dan Indonesia sedang mengerjakan proyek-proyek baru di bidang kerja sama militer dan teknis. Berikut fakta-fakta pembelian Sukhoi Su-35 yang akan digunakan untuk TNI ini:

1 dari 4 halaman

Berawal dari Larangan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah membuat peraturan tentang larangan negara Asia membeli alutsista dari Rusia. Jika melanggar, maka negara itu akan dikenakan sanksi.

Peraturan ini ia buat untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas aneksasi Semenanjung Crimea terhadap Ukraina yang dilakukan pada 2014, keterlibatan dalam perang di Suriah, serta intervensi dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS 2016.

2 dari 4 halaman

Indonesia dan Rusia Sudah Setujui Kontrak Pembelian Senjata

Indonesia dan Rusia sudah menyetujui perjanjian tentang pembelian Sukhoi Su-35. Jet tempur itu akan datang tahun ini.

"Anda tahu, ini adalah masalah teknis karena perjanjian telah ditandatangani. Pembicaraannya adalah tentang penerapannya secara teknis karena skema itu sendiri cukup baru bagi kami," kata Dubes Supriyadi.

"Seperti yang Anda tahu, skema ini membayangkan pertukaran beberapa produk untuk produk lain dan saya sangat berharap bahwa itu akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Saya berharap ini akan terjadi tahun ini," kata Dubes Supriyadi saat menanggapi pertanyaan tentang pengiriman pesawat tempur Su-35 ke Indonesia akan dimulai.

3 dari 4 halaman

Kecanggihan Sukhoi Su-35

Mantan Kasau Marsekal TNI (purn) Agus "Dingo" Supriatna menceritakan pengalamannya saat menggunakan Sukhoi Su-35. Menurutnya, jet tempur itu sangat hebat, dan memang didesain untuk perang.

"Kalau Sukhoi kuat, hebat, tapi duduknya enggak nyaman. Sukhoi memang dibuat untuk perang. Kalau Rusia membuat pesawat, ya untuk perang. Nah kenapa saya ngotot Sukhoi-35? Karena satu pesawat saja bisa menangkap enam target. Enam target di darat bisa terkunci sekaligus,"  kata Agus, dalam buku "Dinggo" Menembus Limit Angkasa, karya Bambang Setiawan dan Budiawan Sidik Arifianto.

4 dari 4 halaman

Jet Tempur Sukhoi Lebih Murah

Sukhoi Su-35 juga terbilang murah dibandingkan dengan jet tempur buatan AS. Hal ini juga diakui oleh Agus Supriatna.

"Jauh lebih murah Sukhoi-35 dari F-35. F-35 harganya hampir dua kali lipat, mahal sekali. F-15 saja harganya USD 125 juta, apalagi yang F-35. Sementara, Sukhoi-35 hanya USD 107 juta," jelas Agus.

[has]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini