Menengok Prasasti Plumpungan, cikal bakal Salatiga

Sabtu, 30 Agustus 2014 00:02 Reporter : Imam Mubarok
Menengok Prasasti Plumpungan, cikal bakal Salatiga Prasasti Plumpungan. ©2014 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Jika pergi ke Kota Salatiga tak lengkap kiranya jika tidak mengenal sejarahnya. Kota yang dingin yang berbatasan dengan Semarang dan Boyolali ini adalah kota yang asri. Kota yang berada di lereng timur Gunung Merbabu ini memiliki prasasti yang dijadikan cikal bakal Kota Salatiga, yakni Prasasti Plumpungan.

Prasasti Plumpungan adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Prasasti ini sudah berumur kurang lebih 1264 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi.

Isi Prasasti Plumpungan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Tulisannya ditatah dalam petak persegi empat bergaris ganda yang menjorok ke dalam dan keluar pada setiap sudutnya.

Isi prasasti sendiri adalah perihal tentang keterangan bebas pajak berupa tanah perdikan. Cara seperti ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh raja-raja di era Mataram Kuno. Biasannya diberikan kepada desa-desa yang memiliki jasa kepada kerajaan. Daerah ini dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti oleh Raja Bhanu meliputi Salatiga dan sekitarnya.

Dalam Prasasti Plumpungan Raja menulis 'Srir Astu Swasti Prajabhyah, yang artinya: 'Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian'. Ditulis pada hari Jumat, tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi.

Menurut sejarahnya, di dalam Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum, yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan atau swantantra bagi Desa Hampra. Pada zamannya, penetapan ketentuan Prasasti Plumpungan ini merupakan peristiwa yang sangat penting, khususnya bagi masyarakat di daerah Hampra kini masuk wilayah administrasi Kota Salatiga.

Selain prasasti, di lokasi yang sama juga ditemukan lingga yoni dan patung yang dibuat di era Hindu. Semuanya terawat dengan baik dengan dibuatkan tempat khusus yang dijaga oleh juru pelihara. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Situs Sejarah
  2. Lokasi Wisata Sejarah
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini