Waktu reses anggota DPR, dimanfaatkan oleh anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra Mulyadi untuk menengok dua desa yang porak poranda akibat banjir di Kabupaten Bogor. Banyak rumah warga yang hancur dan akses jalan terputus di desa-desa akibat hujan ekstrem pada malam tahun baru lalu, 31 Desember 2019 lalu.
Mulyadi berkunjung ke Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Kondisi desa sangat memprihatinkan. Mulyadi membawa tim mengirimkan sejumlah bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut.
"Ada perkampungan yang terisolir karena jembatannya hanyut. Sementara di desa kalongsawah, Kecamatan Jasinga, akses terputus karena jalan tersapu banjir, termasuk puluhan hektar sawah yang hancur," jelas Mulyadi kepada merdeka.com, Kamis (30/1).
Advertisement
Dalam kunjungan itu, Mulyadi menerima berbagai aspirasi masyarakat. Khususnya soal pembangunan infrastruktur agar ekonomi di daerah sekitar kembali bergerak.
"Kemarin saya ketemu dengan warga, camat dan kades, mendengar masukan mereka terkait kebutuhan infrastruktur," tambah dia.
Sehari sebelum kunjungan, Mulyadi telah mengingatkan kepada pemerintah dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Kementerian PUPR. Dia meminta pemerintah segera membangun akses jalan rusak di desa yang terisolir.
Advertisement
Mulyadi juga ingin, pemerintah perhatikan khusus daerah-daerah hunian masyarakat, khususnya di desa terpencil. Dia mengusulkan, masyarakat tak lagi bermukim di daerah rawan bencana.
"Pasca bencana saya kira perlu ada sosialisasi, penting masyarakat untuk duduk bersama bahwa daerah rawan bencana untuk tidak lagi dihuni," tutup dia.
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin tengah menyiapkan hunian baru bagi warga Sukajaya korban banjir dan longsor. Mereka sudah tak bisa lagi tinggal di daerah rawan longsor.
Advertisement
Setidaknya 2000 kepala keluarga yang akan dibuatkan hunian baru nantinya.
"(Warga terdampak) yang di Bogor sudah diputuskan tidak mungkin (kembali) di tempat yang longsor," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (9/1).
Tugas dia dan Ade Yasin saat ini adalah mengkaji kebutuhan lahan bagi 2.000 KK terdampak longsor tersebut. Konsep yang dibentuk adalah sebuah kampung baru. Diketahui, ada 11 desa di Kecamatan Sukajaya yang terisolir akibat longsor yang terjadi Rabu, 1 Januari 2020.
"Sifatnya (membuat) kampung (baru), Bu Ade sudah ditugaskan untuk melakukan kajian seberapa luas yang dibutuhkan," ucapnya.