Menelepon Saat Hujan Lebat, Pemuda di NTT Tewas Tersambar Petir

Selasa, 3 Desember 2019 02:47 Reporter : Ananias Petrus
Menelepon Saat Hujan Lebat, Pemuda di NTT Tewas Tersambar Petir Ilustrasi tersambar petir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Dona Riki Nenoliu (22), pemuda asal Oenoni, Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, tewas tersambar petir ketika sedang menelepon menggunakan handphone, Selasa (2/12).

Awal kejadian, korban bersama ibu kandung bernama Sarci Tanu berserta kedua adiknya, yakni Antoinius Nenoliu dan Lianse Lassa pulang usai menjenguk saudara mereka yang dirawat di Puskesmas Panite.

Karena kehujanan di tengah perjalanan pulang ke rumah, korban kemudian menghentikan laju sepeda motor untuk berteduh, bersama ibu serta kedua adiknya. Mereka pun berteduh di teras rumah, namun ingin menerima telepon dari seseorang, korban pun berjalan keluar ke bawa pohon asam yang tidak jauh dari rumah itu.

Tidak berselang lama menerima telepon, petir kemudian menggelegar menyambar pohon asam yang menjadi tempat kejadian perkara. Korban pun jatuh tersungkur ke tanah, melihat kejadian itu ibunya kemudian keluar dan memeluk korban yang sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres Timor Tengah Selatan melalui Kasat Reskrim Iptu Jamari mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya bergerak ke tempat kejadian perkara, lalu berkoordinasi dengan Puskesmas Panite, untuk mengevakuasi jenazah.

"Pada pukul 14.00 WITA, tim medis dari Puskesmas Panite dan perawat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan serta visum terhadap jenazah korban," ujar Jamari, Senin (2/12).

Menurutnya, celana jin yang digunakan korban robek di bagian kiri dan pangkal paha kanan terbakar akibat tersambar petir.

"Pada bagian dada kiri dan kanan korban terdapat lebam bergaris-garis, paha kiri dan kanan terdapat luka bakar, terdapat juga lebam di punggung korban," jelas Jamari.

Setelah dilakukan tindakan medis, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan. Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban, dengan membuat surat pernyataan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Tersambar Petir
  2. Kupang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini