Mendagri Dukung Calon Kepala Daerah dan Timses Jadi Agen Penanganan Covid-19

Senin, 13 Juli 2020 20:59 Reporter : Merdeka
Mendagri Dukung Calon Kepala Daerah dan Timses Jadi Agen Penanganan Covid-19 Mendagri Tito Karnavian. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan calon kepala daerah, penyelenggara dan semua pihak yang terlibat dalam Pilkada Serentak 2020 akan menjadi agen percontohan penanganan Covid-19. Mereka diharapkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menanggulangi Covid-19, selain berkampanye terkait pilkada.

"Bagaimana kita mengubah Pilkada menjadi peluang gerakan nasional melawan Covid-19 dan sosial ekonominya, maka saya setuju dengan gagasan KPU yang mendukung para penyelenggara, kontestan, tim sukses menjadi contoh dan agen untuk melakukan sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melawan Covid-19 dan dampak sosial-ekonomi masyarakat," kata Tito di Jakarta, Senin (13/7).

Dia menekankan tentang pentingnya menciptakan peluang di tengah tantangan pandemi Covid-19, terutama dalam pelaksanaan Pilkada sebagai bagian dari tatanan kenormalan baru dalam kehidupan berdemokrasi.

"Para peserta Pilkada bisa melakukan gerakan disiplin agar masyarakat mengerti, sadar, paham terhadap Covid-19 adalah dengan mengimplementasikan pembagian masker. Sehingga masyarakat disiplin menggunaan masker, mensosialisasikan gerakan cuci tangan dengan bahan pelarut lemak usai memegang benda atau alat yang kemungkinan telah disentuh orang lain, menjaga jarak minimal 1,5 meter, serta menghindari kerumunan dan kampanye maksimal 50 orang dengan protokol kesehatan," jelas Tito.

Dengan diterapkannya protokol kesehatan ketat, kata Tito, penyelenggara Pemilu sudah mengedukasi warga untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"PKPU dan Peraturan Bawaslu sudah disusun berdasarkan protokol kesehatan, semua tahapan Pilkada yang dilakukan KPU sejak tanggal 15 Juni, sampai kampanye, dan pengawasan hingga penyelesaian sengketa Pilkada oleh Bawaslu. Semuanya menerapkan protokol kesehatan yang ketat," tutur Tito.

Tak hanya itu, kontestan atau peserta Pilkada dan para tim suksesnya juga akan menjadi ajang percontohan penerapan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19, termasuk dampak sosial ekonominya. Sebab, mereka akan dihadapkan pada isu penanganan Covid-19 agar efektif di daerah masing-masing.

"Isu yang ada Pilkada ini dan kontestasinya sehat karena kita bisa menekan isu-isu promordial yang sering kali menjadi konflik. Ini akan tertekan oleh isu sentral, isu yang paling penting yaitu penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya, inilah adu gagasan yang sehat, para kontestan juga bisa membagikan masker, menumbuhkan gerakan-gerakan cuci tangan dan pola hidup bersih dan sehat, juga menerapkan kampanye via online atau kampanye tatap muka tapi sesuai protokol kesehatan," tutup mantan Kapolri.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini