Mencari Keadilan Buat Korban Gugur & Luka Demonstrasi RUU KUHP & UU KPK

Kamis, 17 Oktober 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Mencari Keadilan Buat Korban Gugur & Luka Demonstrasi RUU KUHP & UU KPK Demo mahasiswa tolak RUU KUHP. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Demonstrasi penolakan RUU KUHP dan UU KPK memakan korban luka dan jiwa. Total ada lima korban meninggal pasca demo berujung ricuh dengan polisi itu.

Mereka adalah Maulana Suryadi (23), Akbar Alamsyah (19) dan Bagus Putra Mahendra (15) di Jakarta dan dua mahasiswa Universitas Haluoleo yakni Immawan Randi (21) serta Muhammad Yusuf Kardawi (19). Sementara jumlah korban luka tak diketahui persis berapa banyak jumlahnya. Salah satu yang paling parah adalah mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, Faisal Amir.

Dia ditemukan teman-temannya dalam kondisi luka parah di kepala dan di sekujur tubuh. Faisal Amir mengalami luka di kepala, tengkorak retak, pendarahan di otak, tulang bahu patah dan luka-luka di tubuh. Dia sempat kritis di RS Pelni hingga masuk ICU. Beruntung nyawanya dapat diselamatkan.

Aksi penolakan RUU KUHP dan UU KPK terjadi pada 24 hingga 26 September 2019, dan dilakukan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas serta pelajar.

Diduga para korban meninggal dunia akibat aksi kekerasan dan ada yang ditembak. Pihak keluarga dan kerabat pun menuntut keadilan yang hingga kini belum ditegakkan. Berikut ulasannya:

Baca Selanjutnya: Keluarga Akbar Alamsyah Minta Polisi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini