Menang Telak di Bali, Jokowi sebut 'Ini Sebuah Angka Sangat Tinggi'

Sabtu, 18 Mei 2019 11:10 Reporter : Moh. Kadafi
Menang Telak di Bali, Jokowi sebut 'Ini Sebuah Angka Sangat Tinggi' Jokowi serahkan zakat mal di istana negara. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Capres petahana, Joko Widodo alias Jokowi dan wakilnya Ma'ruf Amin, unggul telak dari pasangan Prabowo-Sandi di Provinsi Bali menurut rekapitulasi suara Pemilu 2019 pada tingkat nasional. Jokowi-Ma'ruf mengantongi 2.351.057 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 213.415 suara.

Jokowi mengucapkan terima kasih pada masyarakat Bali atas hasil tersebut.

"Iya tentu saja kita mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dipilihnya saya dan Bapak Ma'ruf Amin oleh masyarakat Bali," ujarnya, saat mengunjungi Pasar Badung, di Kota Denpasar, Sabtu (18/5).

Menurut Jokowi, kemenangan dirinya di Provinsi Bali dengan angka tersebut sangat tinggi.

"Ini sebuah angka yang sangat tinggi dan ini saya kira ini tertinggi di Provinsi yang ada di Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menanggapi sikap calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto, yang menolak hasil penghitungan Pemilihan Presiden 2019 oleh KPU karena menilai ada kecurangan.

"Iya tidak apa-apa itu kan hak. Tetapi bahwa proses pemilu semuanya diselenggarakan oleh KPU nanti dilihat KPU keputusannya seperti apa," katanya.

Menurut Jokowi, pihaknya akan mengikuti segala proses yang ada di KPU karena sudah ada mekanismenya.

"Kita ikutilah, kita memiliki konstitusi ada Undang-undang pemilu, ada mekanisme kalau ada kecurangan, semuanya komplet kok konstitusi kita jelas sekali," ujar Jokowi.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menilai Pilpres 2019 diwarnai kecurangan. Prabowo tak akan menerima hasil suara yang dimanipulasi.

"Sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang, kamu tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran," kata Prabowo saat mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

Mantan Danjen Kopassus itu masih berharap kepada KPU memperjuangkan kebenaran.

"Kau yang harus memutuskan, kau yang harus memilih, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan ketidakadilan, berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia," tuturnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini