Menag: Melihat perbedaan harus penuh kearifan
Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Nahdlatul Ulama (NU) terus berperan aktif dan memberikan kontribusi pada negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, peran NU sangat diperlukan untuk ikut menata peradaban dunia.
"Menebarkan Islam nusantara menjadi khas Nahdlatul Ulama," kata Menag dalam acara Halaqah NU Internasional di Hotel Arkan Bakkah Mahbas, Makkah, Selasa (29/8).
Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama. Di antaranya Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Musthofa Aqil Siroj, Salahuddin Wahid dan Ali Masyhuri. Acara juga dihadiri ratusan jemaah haji Indonesia.
Menurut Menag, Islam yang berkembang di Nusantara pada dasarnya tidak saling menyalahkan. "Bagaimana ajaran Islam itu sesuai dengan nilai Islam itu sendiri," ujarnya.
Menag mencontohkan, larangan perempuan menyetir mobil di Arab Saudi. Sedangkan di Indonesia tidak ada larangan perempuan mengemudi. Menag menilai, hal itu tidak perlu dibandingkan dan diperdebatkan.
"Bahkan di Indonesia perempuan bisa jadi kepala pengadilan agama. Jadi cara melihat perbedaan harus penuh kearifan," ujarnya.
Menag menambahkan, NU juga harus menebarkan Islam kedamaian. "Itulah yang seharusnya, bagaimana Islam yang berkembang di Nusantara," katanya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya