Membesarnya Lingkar Pinggang Jadi Tanda Otak Menua

Jumat, 9 Agustus 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Membesarnya Lingkar Pinggang Jadi Tanda Otak Menua Ilustrasi Orang Tua. ©CCO Public Domain

Merdeka.com - Pernahkah kamu sadari bahwa ketika kita tua maka semakin mudah berat badan kita bertambah? Selain itu, kita juga lebih kesulitan untuk menjaga berat badan ideal.

Hal ini biasanya terasa setelah kita mulai memasuki usia 30 tahun. Pada saat itu, kadang kita merasa hanya minum air putih saja sudah bisa membuat berat badan kita bertambah.

Secara sederhana, terjadinya hal ini disebabkan karena semakin bertambahnya usia, fungsi tubuh menunjukkan tanda melambat. Cara kerjanya juga sudah tidak secepat yang sebelumnya.

Segala hal terkait bertambahnya berat badan ini ternyata memiliki hubungan dengan otak seseorang. Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian menunjukkan bahwa membesarnya pinggang dan meningkatnya massa tubuh merupakan salah satu karakteristik utama dari penuaan otak.

Hasil temuan ini ditemukan oleh sekelompok peneliti dari Miller School of Medicine di Florida’s University of Miami. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Neurology ini coba mencari hubungan antara melemahnya otot dengan menuanya otak.

1 dari 3 halaman

Terjadi Penipisan Bagian Otak

Diketahui bahwa bahwa tingginya indeks massa tubuh berhubungan dengan penipisan kortikal pada selebral kortkes sebagai dampak dari usia seseorang. Penipisan kortikal ini berdampak pada penurunan kognitif yang berdampak pada meningkatnya risiko munculnya demensia.

Pada penelitian ini, terdapat sekitar 1.289 partisipan yang terlibat. Secara rata-rata, usia dari partisipan tersebut adalah 64 tahun.

2 dari 3 halaman

Obesitas Berhubungan dengan Otak

"Orang dengan pinggang dan BMI lebih besar cenderung mengalami penipisan pada area kortkes otak yang menyatakan bahwa obesitas berhubungan dengan menurunnya gray matter di otak," terang peneliti Dr. Tatjana Rundek.

3 dari 3 halaman

Akan Dilakukan Penelitian Lanjutan

"Hubungan ini secara khusus tampak kuat pada mereka yang belum berusia 65 yang memperkuat teori bahwa memiliki indikator kesehatan yang buruk pada usia paruh baya mungkin meningkatkan risiko penuaan otak dan masalah dengan ingatan serta kemampuan berpikir di masa mendatang," sambungnya.

Rundek berharap bahwa bakal ada penelitian lanjutan untuk melihat apakah bisa terjadi sudut pandang lain dari temuan ini. Dia bakal melihat apakah ada hubungan sebab akibat dari kedua hal ini. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini