Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Melawan Corona dengan Kesehatan Pikiran

Melawan Corona dengan Kesehatan Pikiran test cepat corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pakar Kesehatan Mental Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Dr Sumi Lestari meyakini, rasa bahagia dan selalu berpikir positif menjadi salah satu cara menangkal virus corona. Tapi tetap harus mengutamakan konsumsi makanan gizi seimbang, berolah raga, menjaga kebersihan, dan sering cuci tangan.

Sumi Lestari menjelaskan cara melawan Corona dengan pikiran. Ketika diri seseorang bahagia maka tubuh akan memproduksi interferon-protein yang berfungsi melawan virus dan dapat membentuk imunitas.

"Untuk memunculkan rasa bahagia di tengah situasi seperti saat ini bisa dilakukan dengan bersyukur, kunci bahagia itu akan muncul pada diri ketika kita mampu bersyukur, dengan bersyukur membuat hidup kita akan merasa tenang, nyaman, damai, dan bahagia tentunya," kata Sumi Lestari di Malang, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Senin (23/3).

Rasa syukur yang ada di dalam diri manusia diyakini mampu meminimalisasi emosi negatif, seperti cemas, panik, khawatir, takut dan gelisah. Lalu akan menggantinya dengan emosi positif, yaitu tentram, nyaman dan damai.

"Dengan bersyukur individu tidak merasa takut dengan cobaan, karena yakin akan adanya jalan keluar dari masalah yang dihadapi," tuturnya.

Untuk memunculkan rasa bahagia, setiap manusia juga harus mampu untuk berpikir positif untuk memunculkan energi positif.

Saring Informasi

Doctor of Clinical Psychology tersebut mengatakan rasa bahagia dalam diri manusia juga bisa disebabkan faktor sosial. Manusia sebagai makhluk sosial selalu butuh bersosialisasi, berinteraksi, dan berkumpul. Diakuinya, pembatasan interaksi membuat seseorang merasa kesepian, kehilangan dan perubahan mood. Namun proses ini harus dijalankan.

"Bahkan, berpengaruh pada hormon oksitosin atau hormon cinta yang berdampak pada tingkah laku, respons emosi juga terlihat dalam membangun ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas psikologi dan berperan mengatur ikatan sosial," kata Sumi.

Karena itu dia menyarankan agar masyarakat bijak dalam memilih sumber informasi yang valid. Sebab banyak informasi hoaks tersebar dan tidak dapat dikontrol.

"Saya berharap masyarakat tetap waspada dan melakukan tindakan preventif dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga imunitas tubuh dengan banyak mengonsumsi vitamin C atau yang mengandung antioksidan, banyak berdoa dan patuh terhadap imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah selama 14 hari guna memutus mata rantai Covid-19," paparnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP