Seorang anak baru gede (ABG) berinisial STL (17), asal Dukuh Seban Lor, RT 01 RW 06, Desa Paseban, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah, tega membunuh bayi yang baru saja dilahirkannya.
Perempuan muda itu panik setelah mendengar tangis bayi yang dilahirkannya seara mandiri di kamar mandi. Ia kemudian membungkam mulut bayi tersebut hingga tak bersuara lagi. Namun nahas bayi tak berdosa tersebut akhirnya meninggal dunia.
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia tersebut diungkap oleh jajaran Polres Karanganyar. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (3/9) lalu.
Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto melalui PS. Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak RSUD Sukoharjo kepada kepolisian.
"Pihak rumah sakit menemukan adanya tanda-tanda persalinan pada seorang pasien berinisial STL (17) yang datang dengan kondisi pendarahan hebat," ujar dia, Selasa (9/9).
Saat dilakukan pemeriksaan, lanjut Mulyadi, dokter mendapati bahwa STL baru saja melahirkan dan masih mengeluarkan plasenta. Setelah didesak, STL akhirnya mengakui telah melahirkan secara mandiri di kamar mandi rumahnya.
"Dari pengakuan terlapor, bayi laki-laki yang dilahirkan sempat hidup. Namun karena panik mendengar tangis bayi, STL kemudian membungkam mulutnya hingga meninggal dunia," ungkapnya.
"Jasad bayi tersebut kemudian dibuang ke aliran sungai dekat kamar mandi rumah," imbuh Mulyadi.
Menindaklanjuti laporan dari RSUD Sukoharjo, Polres Karanganyar bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap peristiwa tragis ini. Pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
Advertisement
“Kasus ini sangat memprihatinkan, karena korban adalah anak yang seharusnya mendapat perlindungan. Kami tegaskan, Polres Karanganyar akan menangani perkara ini secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Polres Karanganyar, kata Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, serta mendukung upaya pencegahan kekerasan terhadap anak agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kasus ini masih ditangani Sat Reskrim Polres Karanganyar," pungkasnya.