Mayat pria bertato mengapung di bekas galian pasir dan batu di Mojokerto
Merdeka.com - Sesosok mayat laki laki penuh tato ditemukan warga mengapung di kubangan bekas galian sirtu, Dusun Ploso, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, Mojokerto, Jatim, Senin (2/6) petang. Diduga mayat tanpa identitas tersebut merupakan korban pembunuhan karena kedua kakinya terikat tali.
Mayat dengan kondisi telanjang mengapung di kubangan bekas lokasi galian pasir dan batu (sirtu) diketahui warga sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya warga mengira itu sampah yang mengapung, namun setelah didekati ternyata sesosok mayat.
"Awalnya dikira sampah plastik mengapung. Tapi setelah didekati ternyata mayat," kata Mustofa (35), warga setempat.
Penemuan mayat tersebut oleh warga langsung dilaporkan ke perangkat desa dan polisi. Polisi yang datang ke lokasi, sempat kesulitan melakukan evakuasi mayat dari tengah kubangan karena kondisi air yang cukup dalam dan berlumpur.
"Tadi sempat kesulitan menarik mayat dari tengah kubangan ke pinggir karena keterbatasan alat dan kondisi mulai gelap. Kemudian warga dan sukarelawan menggunakan ban bekas untuk menarik ke pinggir," kata Mustofa.
Diduga mayat laki laki penuh tato tersebut merupakan korban pembunuhan. Saat diangkat tidak mengenakan pakaian sama sekali dan kedua kakinya terikat tali.
"Kakinya terikat tali dan mukanya lebam dan sudah menghitam," terangnya.
Oleh polisi, mayat langsung dievakuasi ke RSUD Mojosari untuk dilakukan otopsi. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan penyebab kematiannya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya