Masyarakat Jabar Diminta Waspada Memasuki Puncak Musim Hujan
Merdeka.com - Wilayah Bandung Raya diguyur hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, Rabu (18/12). Beberapa pohon tumbang menimpa mobil hampir menimbulkan korban jiwa. Bulan Desember hingga Februari merupakan puncak curah hujan yang tinggi di Jawa Barat.
Hujan yang mengguyur hujan di Kota Bandung misalnya, menyebabkan banyak pohon tumbang di beberapa wilayah. Di antaranya, kawasan Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Merdeka dan Jalan Suniaraja.
Beberapa pohon menimpa tiga unit kendaraan mobil hingga mengalami kerusakan. Beruntung, penumpang yang berada di dalam mobil bisa selamat meski mengalami luka ringan.
"Saya parkir sebentar untuk masuk hotel. Pas mau masuk mobil lagi, pohon tumbang menimpa mobil saya," ujar salah seorang pemilik mobil, Fani saat ditemui di lokasi kejadian.
Sehari sebelumnya, beberapa wilayah di Kabupaten Bandung mengalami banjir setelah diguyur hujan lebat dengan intensitas yang lama. Beberapa kecamatan yang terdampak adalah Ciparay, Dayeuh Kolot, Baleendan, Bojongsoang dan Banjaran. Akibatnya, warga setempat harus mengungsi karena rumahnya tidak bisa ditempati.
Masyarakat Jawa Barat diminta lebih waspada saat memasuki puncak musim hujan pada Januari-Februari 2020. Curah hujan dan angin kencang diprediksi bakal terjadi di sejumlah wilayah di Jabar.
Bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 menjadi puncak dari musim hujan dengan curah yang tinggi, meski cenderung tidak merata di semua daerah. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Toni Agus Wijaya menyatakan tingkat curah hujan di kisaran 20 milimeter per jam.
"Puncak musim hujan ini akan terjadi di Jabar pada Januari-Februari tahun depan. Curah hujan akan jauh lebih tinggi. Bisa lebih dari 100 milimeter per jam.. Kemudian ada potensi hujan lebat yang satu harinya itu bisa 50 milimeter per jam," kata dia.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan kondisi ini. Sementara untuk pemerintah diminta menyiapkan mitigasi menekan potensi bencana longsor atau banjir.
Sementara itu, Kantor SAR Bandung sudah meningkatkan kewaspadaan di beberapa wilayah yang berpotensi terjadi bencana, seperti di kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut dan Sumedang.
Kepala kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengaku sudah menyiapkan ratusan petugas dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat, termasuk menyediakan alat berat.
Hal yang sama diterapka di wilayah perkotaan yang berpotensi terjadi banjir bandang.
"Kota Bandung ini hanya banjir tapi di beberapa titik juga ada longsor. Yang kami khawatirkan adalah dampak dari kemarau yang panjang itu menyebabkan banjir bandang," kata dia.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya