Masjid Raya Medan, ikon sejarah eksistensi suku Melayu

Minggu, 26 Juni 2016 12:03 Reporter : Yan Muhardiansyah
Masjid Raya Medan, ikon sejarah eksistensi suku Melayu Masjid Raya Medan. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Masjid megah ini menandai kemajuan Kota Medan di awal abad ke-20. Bukan cuma ikon, rumah ibadah ini juga menjadi salah satu bukti eksistensi suku Melayu di ibukota Sumatera Utara.

Masjid Raya Al Mashun memang dibangun di masa kejayaan Kesultanan Deli. Lokasinya pun berada tak jauh dari Istana Maimun, jantung Kerajaan Melayu ini.

Bahkan di masa lalu, Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun yang juga menjadi penanda Kota Medan berada dalam satu kompleks, bersama Taman Sri Deli. Bahkan, konon kabarnya ada jalan rahasia dari dekat singgasana Sultan Deli di Istana Maimun ke masjid ini.

Masjid juga sering disebut dengan Masjid Raya Medan ini selalu ramai dikunjungi. Bukan hanya warga yang ingin beribadah, turis lokal hingga mancanegara selalu tampak mengabadikan bangunan dengan arsitektur mengadopsi gaya Timur Tengah, India, dan Eropa ini.

"Masjidnya bagus, arsitekturnya bagus, tapi sayang banyak kutipan di sini," kata warga Depok, Ica (22).

Bukan hanya fisik bangunan, sejarah Masjid Raya Al Mashun ini pun menjadi daya tarik sendiri. Pembangunan masjid megah ini menandai kemakmuran Kesultanan Deli.

Tidak kurang 1 juta Gulden dihabiskan buat membangun Masjid Raya Al Mashun. Bahan yang digunakan tak sembarangan. Sebagian didatangkan dari luar negeri. Marmer diimpor dari Italia dan Jerman. Kaca patri dipilih dari Cina. Lampu gantungnya dibawa langsung dari Prancis.

Masjid Raya Al Mashun awalnya dirancang arsitek Belanda yang juga merancang Istana Maimun, Van Erp. Namun, prosesnya dikerjakan JA Tingdeman. Pembangunan masjid ini berlangsung tiga tahun, mulai 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H), hingga selesai dan langsung digunakan untuk salat Jumat pada 10 September 1909 (25 Sya'ban 1329 H). Ketika itu Deli diperintah Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam.

Lebih dari seratus tahun sejak pertama digunakan, kemegahan masjid kebanggaan masyarakat Medan tidak berkurang. Masjid Raya Al Mashun masih berdiri megah. Bukti kejayaan Kesultanan Melayu ini masih perkasa. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Masjid
  2. Medan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini