Ma'ruf Setuju Petugas KPPS Meninggal Diberi Santunan dan Dapat Penghargaan

Selasa, 23 April 2019 20:02 Reporter : Merdeka
Ma'ruf Setuju Petugas KPPS Meninggal Diberi Santunan dan Dapat Penghargaan Pertemuan silaturahmi PBNU dan Maruf Amin. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia kembali bertambah. Hingga Senin, 22 April 2019 sekitar pukul 15.00 WIB, sebanyak 90 petugas KPPS dilaporkan meninggal dunia.

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menilai sebaiknya para petugas tersebut mendapat penghargaan serta santunan.

"Diberikan semacam belasungkawa dan supaya memberikan penghargaan, semacam memberikan juga santunan, gitu," ujar Ma'ruf di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (23/4).

Ma'ruf menambahkan, kejadian petugas KPPS meninggal akibat kelelahan, membuat beberapa hal terkait Pemilu Serentak harus dievaluasi. Hal ini untuk menghindari kejadian sama terulang kembali.

"Sekarang kan yang dibahas itu serentak tapi bertahap, kemarin kan serentak tapi sekaligus apa ini masih tetap dipertahankan atau serentak, tapi diberi tahapan. Itu nanti ada evaluasi tapi, pasti," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menjelaskan bahwa petugas KPPS yang meninggal akibat kelelahan semakin bertambah. Jumlah 90 petugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia itu berasal dari 19 provinsi.

"KPU sudah membahas secara internal terkait santunan yang akan diberikan," ucap Arief.

Atas musibah tersebut, KPU berencana memberikan santunan bagi keluarga korban. Menurut Arief, saat ini KPU dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih membahas besaran pemberian santunan.

"Kami akan mengusulkan dalam pembahasan itu. Pertama, besaran santunan untuk meninggal kurang lebih Rp 30 juta sampai Rp 36 juta. Untuk cacat santunan maksimal Rp 30 juta, nanti tergantung pada jenis musibah. Yang luka, kami mengusulkan maksimal Rp 16 juta," jelasnya.

Reporter: Ratu Annissa

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini