Ma'ruf : Pengelolaan Wakaf Masih Kurang Produktif untuk Ekonomi Keumatan

Selasa, 10 Desember 2019 22:09 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ma'ruf : Pengelolaan Wakaf Masih Kurang Produktif untuk Ekonomi Keumatan Wakil Presiden Maruf Amin. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjelaskan pemanfaatan wakaf saat ini belum diperhatikan sepenuhnya dalam dunia pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Padahal kata dia, wakaf memiliki potensi besar.

"Pengelolaan aset wakaf saat ini, peruntukkannya masih terfokus untuk tujuan sosial seperti penyediaan fasilitas pemakaman, masjid atau musala," kata Ma'ruf saat menghadiri peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional badan wakaf Indonesia (BWI) provinsi se-Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (10/12) malam.

Dia menjelaskan Kementerian agama RI tahun 2018 sistem informasi pengelolaan wakaf, yang sebagian besar terdiri dari aset tidak bergerak belum diarahkan untuk kegiatan produktif. Ma'ruf mencontohkan, tanah wakaf saat ini sudah mendekat 5,5 Miliar meter persegi. Saat ini 10 persen tanah wakaf tersebut berada di tempat yang strategis.

Tetapi kata dia, saat ini masih sedikit institusi yang mengelola aset tanah seluas yang dikelola Badan Wakaf Indonesia (BWI) dengan baik. Salah satunya menurut Ma'ruf digunakan untuk ekonomi keumatan.

Lahan wakaf yang berada di area strategis seharusnya kata dia, dapat digunakan untuk area komersil tanpa menghilangkan sarana pemberdayaan umat. Saat ini terlihat menurut Ma'ruf lebih dari 72 persen tanah wakaf sebagian besar dimanfaatkan untuk masjid dan musala.

Kemudian, lebih dari 14 persen untuk sekolah dan pesantren, berkisar 8,6 persen untuk kegiatan sosial lainnya, dan selebihnya sebesar 4,5 persen untuk makam.

"Hampir tidak ada yang dialokasikan untuk membangun fasilitas yang dapat mendukung kegiatan ekonomi umat," ucap Ma'ruf.

1 dari 2 halaman

Wakaf Tidak Harus Tanah

Ma'ruf mengatakan potensi wakaf selain wakaf tidak bergerak juga berpeluang besar. Seperti, kata dia wakaf uang dan barang bergerak sangat besar. Beberapa pihak menurut dia berpikir wakaf harus dalam jumlah yang besar.

"Padahal jika instrumen wakaf uang dapat dioptimalkan maka siapapun dapat berwakaf dan hasilnya dapat menjadi portofolio investasi umat yang sangat besar," kata Ma'ruf.

Ma'ruf juga mendorong agar pengelolaan wakaf dilakukan secara profesional dan kreatif. Dan dengan visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan skala ekonomi umat.

Sebab itu dia meminta ada beberapa area yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan wakaf.

"Mulai regulasi tentang wakaf, perbaikan tata kelola, penguatan kapasitas manajemen risiko, pengawasan, integrasi wakaf dengan sistem keuangan, serta standarisasi manajemen dan pengelola wakaf," ucap Ma'ruf.

2 dari 2 halaman

BWI Harus Lakukan Inovasi

Ma'ruf juga meminta agar pihak BWI agar melakukan inovasi dari hal pengumpulan hingga pemanfaatan wakaf. Sebab kata dia wakaf juga bisa mendorong pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan produktivitas.

Sehingga kata dia pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kerjasama dengan dunia usaha, pengembangan UMKM, adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan," ungkap Ma'ruf. [eko]

Baca juga:
Ma'ruf Beri Penghargaan Zona Integritas: Wujudkan Birokrasi Antikorupsi
Wapres Ma'ruf: Tingkat Kemudahan Berusaha Indonesia Naik, tapi Masih di Bawah Vietnam
Jokowi Pimpin Ratas Bahas Pelaksanaan KUR 2020
Wapres Ma'ruf Puji Kinerja Pencegahan KPK Selamatkan Uang Negara Rp60 T
Pemerintah Fokus Pencegahan Korupsi di Sektor Pelayanan Publik dan Perizinan
Wapres MA'ruf Amin Buka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini