Ma'ruf Amin Ikut Ratas Telekonferensi dari Kantor Wapres

Selasa, 17 Maret 2020 17:22 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ma'ruf Amin Ikut Ratas Telekonferensi dari Kantor Wapres Wapres Maruf Amin Ratas Telekonferensi dari Kantor. ©2020 instagram.com/kyai_marufamin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga ikut rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan video telekonferensi di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (17/3). Rapat tersebut membahas terkait Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika serta evaluasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa di Nusa Tenggara Barat.

Dalam foto yang diunggah pada akun instagramnya, Ma'ruf dengan serius mengamati dan turut ikut dalam dua rapat terbatas. Tidak hanya Ma'ruf, terlihat juga menteri kabinet Indonesia Maju yang turut ikut dalam rapat digital tersebut.

"Pagi tadi, melalui sambungan telekonferance, Presiden @Jokowi bersama saya menggelar rapat terbatas dalam rangka membahas terkait Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika serta evaluasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa di Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada tahun 2018 lalu," tulis akun Ma'ruf.

Diketahui hari ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi gelar rapat terbatas dengan dengan menggunakan video telekonferensi. Jokowi yang berada di Istana Negara, Bogor, Jawa Barat memberikan instruksi kepada menteri kabinet Indonesia Maju agar mempercepat rekonstruksi dan rehabilitasi terkait wilayah pasca gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar dana rakyat terkait pasca bencana gempa di Nusa Tenggara Barat yang masih tersimpan harus segera disalurkan.

"Saya minta dana ini yang tersimpan di bank segera disalurkan ke masyarakat, dan langkah-langkah percepatan pembangunan rumah yang masih dikerjakan ataupun belum dibangun segera diselesaikan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Nusa Tenggara Barat, di Istana Bogor, Jawa Bara, Selasa (17/3).

Dia menjelaskan dana masyarakat yang masih tersimpan, di Lombok Timur sekitar Rp 72 miliar dan Lombok Utara Rp 63 miliar. Kemudian, mantan walikota Solo mengatakan hingga Maret 2020, target penyelesaian rehabilitas dan rekontruksi yaitu 226.204 rumah dan tercatat 168.684 unit rumah yang telah selesai dibangun. Kemudian, 40.000 rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan.

"Karena itu saya minta laporan soal ini," ungkap Jokowi. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini