Maria tewas diduga dianiaya selingkuhan
Merdeka.com - Jenazah Maria Dina Natalia (23) dibawa oleh pria yang diduga selingkuhannya, Rahmad Hidayat (27) ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie, di Samarinda, Kamis (23/11). Namun mencuat dugaan, Maria tewas usai dianiaya Rahmad.
Maria dan Rahmad tinggal indekos di Samboja, Kutai Kartanegara. Jasad Maria tiba di kamar jenazah menggunakan ambulans Puskesmas Samboja. Alasan Rahmad saat itu, Maria meninggal karena sakit.
Kabar tewasnya Maria sampai ke telinga ayah kandungnya, Nicolaus (70) dan keluarganya, Mereka langsung datang ke kamar jenazah. Nicolaus terkejut melihat anaknya sudah terbujur kaku.
Curiga anaknya tewas akibat dianiaya Rahmad, Nicolaus melapor ke Polsek Samboja. Rahmad langsung diamankan personel Polsek Samboja saat masih berada di Samarinda, Jumat (24/11).
"Sebelumnya, 2-3 hari lalu, anak saya itu (Maria) kirim SMS ke kakaknya, kalau dia ditendang 3 kali di bagian leher kanan, oleh Rahmad," kata Nicolaus, saat berbincang bersama merdeka.com, di kamar jenazah RSUD AW Syachranie, Jumat (24/11) sore.
Nicolaus mengakui, putrinya dan Rahmad memang tinggal di indekos yang berada di Samboja, dua bulan terakhir ini. Rahmad diketahui sudah beristri dan punya dua anak. Nicolaus pernah menyarankan agar keduanya, Maria dan Rahmad, segera menikah. Namun saran itu, masih dianggap angin lalu.
"Memang sering bertengkar, dan dipukul Rahmad. Maria mengabarkan itu ke kakaknya, sering SMS ke kakaknya. Padahal, Rahmad itu ketemu saya, orangnya pendiam," ungkap Nicolaus.
Kondisi jenazah Maria yang disimpan di ruang pendingin, cukup memprihatinkan. Terdapat luka lebam di bagian leher, di bagian jidat, dan di dadanya. Kondisi itu menguatkan dugaan Maria tewas tak wajar. Kendati demikian, Nicolaus tidak tahu persis persoalan mendasar keduanya bertengkar.
"Yang jelas, dia ini (Rahmad Hidayat) harus dihukum seberat-beratnya," harap Nicolaus.
Keluarga akhirnya memutuskan, agar jenazah Maria segera diautopsi. Sekitar pukul 16.30 Wita, tim identifikasi dari Polres Kutai Kartanegara, tiba di kamar jenazah, sambil menunggu dokter forensik rumah sakit. Keluarga korban, masih terus menunggu di ruang jenazah.
"Nanti ya, kasus ini sedang kita selidiki," kata seorang personel Polsek Samboja berpangkat Brigadir, di RSUD AW Syachranie.
Keterangan diperoleh, hasil autopsi menunjukkan korban Maria, mengalami patah tulang di bagian leher, dan juga di bagian dadanya. Patahnya tulang, diduga akibat hantaman yang dialami korban berulang kali."Autopsinya sudah selesai. Tulang di bagian lehernya patah," kata Elizabeth (45), kepada wartawan, Jumat (24/11) malam. Elizabeth sendiri merupakan tante dari korban Maria yang terus menunggu di kamar jenazah sejak siang tadi.Hasil autopsi itu, semakin menguatkan dugaan keluarga, bahwa Maria tewas dengan tidak wajar. Keluarga korban menduga Maria dianiaya berulang kali oleh pelaku, Rahmad Hidayat.Apalagi, sebelum malam kematian korban, Kamis (23/11), korban sempat beberapa kali mengirimkan SMS bahwa dia mengalami penganiayaan dari Rahmad. Di antaranya, Rahmad menendang lehernya."Bukti-bukti SMS yang dikirimkan keponakan saya ke kakaknya, sudah diserahkan ke polisi," ujar Elizabeth.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya