Mantan Anggota DPRD Kaltim Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi Rp100 juta

Senin, 10 Februari 2020 19:35 Reporter : Saud Rosadi
Mantan Anggota DPRD Kaltim Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi Rp100 juta Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - EW (69), mantan anggota DPRD Kaltim periode 2009-2014 ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus gratifikasi Rp100 juta. Uang itu sebagai fee kepada EW, setelah meloloskan usulan dana hibah Rp500 juta yang diajukan sebuah lembaga pelatihan keterampilan (LPK), kepada Pemprov Kaltim di tahun 2013.

Kasus itu telah menyeret Eko Sukasno, bos dari LPK, lantaran diduga kegiatan LPK adalah fiktif. Namun demikian, setelah kasus itu dilimpahkan ke Kejari Samarinda pada 5 November 2019, dua hari kemudian Eko meninggal dalam masa penahanan Kejari, dikarenakan sakit.

Sebelumnya, BPKP Provinsi Kaltim menemukan kerugian negara sekitar Rp400 juta. Di mana sekitar Rp100 juta di antaranya mengalir ke EW. Setelah hanya sebagai saksi, penyidik menaikkan statusnya sebagai tersangka pada Senin (3/2) lalu.

"Penetapan tersangka ini terkait dana hibah di 2013 lalu kepada LPK. Tersangka menerima gratifikasi Rp100 juta," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, ditemui merdeka.com di kantornya, Senin (10/2).

Damus menerangkan, EW terlibat lantaran dia memiliki kesepakatan bersama dengan Eko Sukasno. "Ibu EW ini karena berhasil loloskan dana hibah (Rp500 juta itu), dapat fee 20 persen sekitar Rp100 juta," ujar Damus.

"Uang itu dua kali diterima EW melalui transfer pada bulan Januari 2014. Masing-masing Rp10 juta dan Rp90 juta," tambah Damus.

Masih dijelaskan Damus, pada Jumat (7/2) lalu, tersangka EW mengembalikan uang suap yang dia terima Rp100 juta ke polisi. "Kita tidak lakukan penahanan (EW), karena pertimbangan kesehatan bersangkutan dan usianya," sebut Damus.

Masih dijelaskan Damus, EW dijerat dengan pasal 11 UU No 31/1999 sebagaimana ditambah dan dirubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberian Gratifikasi kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Pejabat Negara.

"Ancaman maksimal 5 tahun penjara," demikian Damus. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini