Mantan raja Kamboja wafat, SBY sampaikan belasungkawa
Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan belasungkawa atas kepergian mantan Raja Kamboja Norodom Sihanouk di Beijing, China. Menurut kepala negara, Norodom memiliki peran amat besar terhadap sejarah kemerdekaan dan keutuhan negerinya.
"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Raja Norodom Sihanouk. Saya telah mengirim surat hari ini, baik kepada Raja Norodom Sihamoni dan Perdana Menteri Hun Sen," kata SBY saat jumpa pers di Kantor Presiden, Senin (15/10).
Tak hanya Kamboja, lanjut SBY, rakyat Indonesia juga memiliki kenangan terhadap Norodom saat masih memimpin Kamboja. Dia merupakan pemimpin yang paling dekat dengan dua pemimpin Indonesia terdahulu, yakni Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.
"Hubungan pribadi beliau dengan Presiden Soekarno, Soeharto dan pemimpin dahulu baik sekali. Bagaimana pun beliau ikut perkokoh hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja," ungkapnya.
Sebelumnya, mantan Raja Kamboja Norodom Sihanouk meninggal dunia di Beijing, China, Senin (15/10), akibat penyakit komplikasi penyakit yang ia derita selama beberapa tahun terakhir.
Sihanouk meninggal dua pekan jelang perayaan ulang tahunnya yang ke 90. Sihanouk menjadi berada di Beijing menjalani perawatan sejumlah penyakit, seperti kanker, diabetes, dan tekanan darah tinggi. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya