Mangkrak di Polisi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Penganiayaan Eks Pilot Lion Air

Jumat, 7 Februari 2020 20:54 Reporter : Erwin Yohanes
Mangkrak di Polisi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Penganiayaan Eks Pilot Lion Air Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mangkraknya penanganan kasus penganiayaan yang melibatkan eks pilot Lion Air oleh polisi membuat Kejaksaan Negeri Surabaya mengembalikan berkas sekaligus Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut. Padahal, dalam kasus ini sang pilot berinisial AGS sudah berstatus tersangka.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Surabaya, Fariman mengatakan, setelah menyurati secara resmi (P21-A) tidak ada perkembangan, maka pihaknya mengembalikan berkas dan SPDP kasus tersebut.

Padahal, kasus ini sudah dinyatakan P21 alias lengkap dan polisi tinggal menyerahkan tersangka dalam proses tahap 2.

"Karena setelah disurati tidak ada perkembangan, selanjutnya berkas dan SPDP sudah dikembalikan (ke Polisi)," katanya, Jumat (7/2).

Fariman menjelaskan, pengembalian berkas dan SPDP itu sesuai dengan SOP yang diterapkan Kejaksaan dalam penanganan sebuah perkara.

"Jika sudah dinyatakan P21 namun tidak ada tahap 2, maka kita surati lagi P21-A namanya. Istilahnya mengingatkan (polisi), kalau tidak ada tanggapan juga kita kembalikan berkas dan SPDP-nya. Berarti, kita anggap perkara itu tidak pernah masuk ke sini (kejaksaan)," ujarnya.

Dengan begitu, Fariman menegaskan kejaksaan sudah tidak berwenang lagi untuk menangani perkara AGS tersebut. Adapun perkara dilanjutkan atau dihentikan, kini sepenuhnya sudah berada di tangan Polrestabes.

Untuk diketahui, berkas perkara eks pilot Lion Air berinisial AGS sudah dinyatakan lengkap alias P21 sejak Agustus 2019 lalu.

Terpisah, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho tidak banyak memberikan keterangan ketika ditanya progres kasus tersebut. Ia pun hanya berjanji akan mengecek lebih dulu soal kasus itu. "Nanti saya cek dulu ya," katanya.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari video pemukulan yang disangka dilakukan oleh AGS terhadap pria berinisial AR, karyawan Hotel La Lisa di Jalan Nginden Surabaya pada awal Mei 2019.

Kala itu, AGS berprofesi sebagai pilot Lion Air dan menginap di hotel tersebut. Pemukulan terjadi diduga hanya karena alasan sepele. Pria asal Kebun Jeruk, Jakarta Barat, itu kesal karena bajunya tak disetrika secara baik.

Sempat ditahan di Markas Polrestabes Surabaya, penahanannya kemudian ditangguhkan pada 8 Mei 2019. Surat perdamaian antara tersangka dengan korban jadi salah satu pertimbangan penangguhan penahanan oleh polisi. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Lion Air
  2. Penganiayaan
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini