Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Manggar, kota 1001 warung kopi

Manggar, kota 1001 warung kopi Ilustrasi kopi. ©Shutterstock/jannoon028

Merdeka.com - Manggar, Belitung Timur tidak hanya terkenal dengan kisah Laskar Pelangi Karya Andreas Hirata, tapi juga kota wisata 1001 warung kopi. Lalu apa gerangan yang menyebabkan Manggar memiliki gelar tersebut?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelaskan, Manggar mendapatkan gelar tersebut karena warung kopi di sini tidak dapat diketahui jumlahnya. Terutama karena mereka memiliki waktu yang berbeda-beda untuk buka.

"Coba kamu tanyakan sama bupati Belitung Timur berapa jumlah kedai kopi di Manggar, tidak akan tahu dia jumlahnya," jelasnya di salah satu kedai kopi di Manggar, Belitung Timur, Sabtu (15/2).

Kedai kopi di Manggar bukannya berkurang melainkan bertambah. Hal ini dikarenakan warga yang membuka kedai kopi tidak khawatir akan tidak kebagian pelanggan. Karena hanya perlu menyesuaikan waktu buka-tutupnya.

"Kalau di sini nambah terus. Soalnya warga tahu di mana mereka harus ngopi kalau sebelum berangkat kerja, lalu di mana saat pulang kerja. Soalnya mereka buka 24 jam, dan waktunya berbeda-beda," ungkapnya.

Walaupun menjamur banyak sekali warung kopi, namun mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, mereka menyuplai kopi dari Lampung. Karena tidak ada perkebunan kopi di sini.

"Kalau harganya sih enggak mahal-mahal amat, kalau kopi 3000 nah kalau kopi susu 5000," tutupnya.

 

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP