Makna pidato 'Game of Thrones' Jokowi di pertemuan IMF dan World Bank

Jumat, 12 Oktober 2018 17:26 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Makna pidato 'Game of Thrones' Jokowi di pertemuan IMF dan World Bank Jokowi nonton Asian Para Games. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) & World Bank (WB) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10) menuai polemik.

Khususnya soal tamsil tentang serial Game of Thrones untuk menggambarkan ketidakpastian global dan pertarungan pengaruh antarkekuatan menyiratkan pesan penting perlunya kerja sama agar dunia terhindar dari kerusakan.

Terkait hal itu, Jubir Tim Kampanye Nasional (Jokowi-Ma'ruf), M Misbakhun yang hadir langsung pada pembukaan Annual Meeting IMF & World Bank mengaku menangkap atmosfer luar biasa dari pada delegasi dan peserta dalam menyimak pidato Presiden Jokowi. Menurut Misbakhun, isi pidato Presiden Jokowi mampu menggugah emosi.

"Posisi duduk saya hanya terpisah empat baris kursi dari posisi Presiden Jokowi berpidato. Saya menjadi saksi mata langsung dan menangkap atmosfer di ruang pertemuan, baik emosinya ataupun suasana kebatinannya," ujar Misbakhun disampaikan dalam siaran pers.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, isi pidato Presiden Jokowi juga menunjukkan sikap berdaulat Indonesia yang diakui dunia. Misbakhun menuturkan, Presiden Jokowi dalam pidatonya menunjukkan 'standing position' Indonesia sebagai negara yang berdaulat di depan organisasi sekelas IMF dan World Bank.

"Presiden Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia punya sikap yang jelas dalam mengatur kedaulatan ekonominya. Pesan itu disampaikan dengan sangat halus tapi penuh makna lewat simbolisme Game Of Thrones," tutur Misbakhun.

Politikus Golkar itu menambahkan, tamsil tentang Game of Thrones benar-benar mengena di benak peserta ataupun delegasi yang hadir. Menurut Misbakhun, tepuk tangan menggema dari hadirin saat merespons paragraf demi paragraf isi pidato Presiden Jokowi yang penuh pesan.

"Ini adalah salah satu pidato terbaik Bapak Presiden Jokowi yang pernah saya lihat dan dengarkan. Sampai pada akhir pidato yang ditutup dengan tepuk tangan panjang dan standing ovation dari seluruh peserta," bebernya.

Lebih lanjut, Misbakhun menjelaskan, substansi pidato Jokowi memang penuh simbol dan makna. Presiden Jokowi, kata Misbakhun, mengangkat kisah Game of Thrones untuk mengajak dunia berefleksi soal konflik kepentingan antarkekuatan besar yang saling mempertahankan arogansi kelompoknya sendiri.

Tapi, perang besar justru merusak kekuatan-kekuatan yang bersaing. Misbakhun menyebut tamsil yang disampaikan Presiden Jokowi itu sesuai kenyataan.

"Sehingga delegasi peserta pertemuan tahunan itu benar-benar terkesima dan terkejut dengan cara Presiden Jokowi menggambarkan konflik perdagangan dunia saat ini, khususnya yang dimotori kekuatan AS dan China," tutur anggota DPR komisi XI itu.

Misbakhun menambahkan, Presiden Jokowi melalui pidatonya berhasil mengajak dunia untuk memikirkan kebijakan yang lebih menjawab permasalahan ketidakseimbangan antara negara maju dengan negara berkembang dan konflik peradaban Timur dan Barat. Presiden Jokowi juga mendorong kebersamaan guna mengakhiri segala bentuk ketidakadilan.

"Karena kalau tidak, maka kerusakan akibat yang ditimbulkan oleh ketidakadilan akan menimpa semuanya. Yang utama, semua kubu kebaikan harus menyatu untuk mengalahkan keburukan demi menyelamatkan peradaban dunia," tutup Misbakhun. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini