Mahfud MD: Kapal China Sudah di Luar ZEE Kita

Selasa, 14 Januari 2020 17:15 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Mahfud MD: Kapal China Sudah di Luar ZEE Kita mahfud md. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan kapal ikan China yang masih melintas di Perairan Natuna sudah dalam posisi di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

"Masih melintas tetapi sudah di luar Zona Ekonomi Eksklusif kita," kata Mahfud seusai dialog kebangsaan dengan tema "Merawat Persatuan, Menghargai Perbedaan" di Auditorium Prof KH Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman dilansir Antara, Selasa (14/1).

Menurut Mahfud, memang ada kapal asing dari China yang mencoba masuk di wilayah Indonesia dan saat ini sudah menjauh 200 mil dari ZEE Indonesia. "Ada yang mencoba masuk, diusir. Sekarang ada di luar zona 200 mil itu," kata dia.

Pada Rabu (15/1) Mahfud mengatakan akan berkunjung ke Kabupaten Natuna. Meski demikian, menurut Mahfud, kedatangannya ke Natuna terkait agenda kunjungan kerja biasa. "Ada rapat dengan Pemda (Natuna)," kata dia.

1 dari 1 halaman

Setidaknya 50 perahu nelayan China yang dikawal kapal penjaga (coastguard) memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia pertengahan Desember 2019.

Otoritas Indonesia melalui Bakamla dan kapal milik TNI sempat melakukan pengusiran, tetapi perahu nelayan dan kapal penjaga China menolak ke luar dari perairan Indonesia. Beberapa hari setelah insiden itu, Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes terhadap Pemerintah China.

"Indonesia tidak memiliki 'overlapping jurisdiction' (tumpang tindih yurisdiksi, red) dengan China. Indonesia tidak akan pernah mengakui 'nine dash-line' China karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana diputuskan melalui Ruling Tribunal UNCLOS tahun 2016," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI beberapa hari setelah insiden tersebut.

Perkembangan terbaru, TNI menegaskan kapal dan perahu nelayan China telah ke luar dari perairan Indonesia pada Minggu (12/1), demikian disampaikan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksda TNI Yudo Margono usai menerima hasil patroli udara di Natuna, Kepulauan Riau. [ray]

Baca juga:
Sengketa Natuna Jangan Hanya Diselesaikan Lewat Narasi NKRI Harga Mati
Ramai Kasus Natuna, Jepang akan Hibahkan Kapal Patroli Perikanan
Komisi I DPR akan Panggil Menhan, Panglima TNI, Menlu Hingga BIN Bahas Natuna
Ngabalin Minta Fadli Zon Tak Asal Bicara Terkait Kunjungan Jokowi ke Natuna
Indonesia Dinilai Gagal Berdiplomasi dengan China Terkait Sengketa Natuna

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini