Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahfud MD Harap Momentum Pemilu Tak Dijadikan Alat Pemecah Belah Bangsa

Mahfud MD Harap Momentum Pemilu Tak Dijadikan Alat Pemecah Belah Bangsa Mahfud MD. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD mengaku gerah dengan adanya gejala perpecahan masyarakat khususnya dalam momen Pilpres 2019. Terlebih, muncul juga pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa tidak lama Indonesia akan runtuh.

"Kami berkeliling, keberagaman dijadikan alat pemecah. Kita diskusikan. Ada yang mengatakan Indonesia akan bubar padahal pemerintah punya program terencana, 2045 Indonesia akan jadi negara maju terbesar ketiga atau keempat di dunia. Itu Indonesia emas," tutur Mahfud dalam dialog kebangsaan di Stasiun Purwokerto, Selasa (19/2).

Menurut Mahfud, bisa saja Indonesia bubar. Terlebih, ada empat faktor yang menjadi penyebab suatu negara runtuh.

"Prosesnya ada empat, pertama manakala pemerintah terjebak dalam keadilan penegakan hukum. Disorientasi," katanya.

Dari penyebab pertama itu, akan merembet ke faktor selanjutnya yakni kedua, ketidakpercayaan masyarakat akan penegakan hukum tersebut. Rakyat akan menganggap itu hal yang menjadi mainan pemerintah.

"Ketiga, pembangkangan. Gerakan radikal itu mengajak orang-orang yang merasa jenggel dengan tiga faktor ini. Makanya gerakan radikal ini banyak pengikutnya," kata Mahfud.

Faktor keempat maka terjadinya perpecahan atau disintegrasi. Keseluruhannya menjadi rangkaian bom waktu penghancur suatu negara.

"Mumpung masih Pemilu, mari kita gunakan momentum pembaharuan. Siapapun yang terpilih, jadikan untuk memperbaiki baik hukum, ekonomi agar tidak terjadi disintegrasi. Indonesia emas akan terjadi kalau itu dilakukan," Mahfud menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana PutraSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP