Mahasiswi Yogya sembunyikan bayi hingga meninggal di lemari

Rabu, 13 September 2017 22:17 Reporter : Purnomo Edi
Ilustrasi bayi. ©shutterstock.com/Photobac

Merdeka.com - Seorang mahasiswi berinisial IUJ (18) tega menyembunyikan bayi yang baru saja dilahirkannya di dalam lemari pakaian kamar kosnya. Akibat disembunyikan di dalam lemari, bayi perempuan ini akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tangisan bayi yang baru dilahirkannya membuat mahasiswi asal Pati, Jawa Tengah ini panik. Karena takut dan panik akhirnya IUJ nekat menyembunyikan anak kandungnya itu ke dalam lemari.

Wakapolres Sleman, Kompol Heru Muslimin menjelaskan, terungkapnya kasus ini tak lepas dari kecurigaan tetangga kos IUJ. Sekitar pukul 23.00 WIB, tetangga kos sempat mendengarkan suara rintihan dari dalam kamar IUJ. Karena curiga, tetangga kos melaporkan hal itu ke penjaga.

"Saat penjaga kos mengecek kamar IUJ, IUJ membuka kamar dengan kondisi kaki masih berdarah. Saat ditanya IUJ menjawab itu darah menstruasi," terang Heru di Mapolres Sleman, Rabu (12/9).

Tak lama usai pintu diketuk penjaga kos, IUJ keluar membawa beberapa kain dan mengaku akan melaundry pakaian. Penjaga kos yang curiga dengan pengakuan pelaku memanggil beberapa warga untuk menunggu di depan kamar IUJ.

"Sekembalinya ke kos-kosan, IUJ pun lalu didesak pertanyaan. Akhirnya IUJ pun mengaku baru saja melahirkan. Bayi yang baru dilahirkannya ini dibungkus handuk dan dimasukkan ke dalam lemari oleh pelaku. Saat dibuka, bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia," papar Heru.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak polisi. Dari pengakuan IUJ diketahui bahwa dirinya hamil 7 bulan dan sempat meminum obat penggugur kandungan yang dibelinya secara online.

"Dari pengakuan saat melahirkan bayi dalam keadaan hidup. Bayi sempat menangis, karena panik lalu bayi itu disembunyikan di dalam lemari. IUJ hamil di luar nikah dengan pacarnya. Hamil sejak sebelum kuliah di Jogja," ungkap Heru.

Heru menambahkan selama proses melahirkan IUJ melakukannya sendirian tanpa bantuan orang lain. Bahkan saat memotong tali pusar pun dilakukannya sendiri.

"Kami mengamankan satu buah sprei, satu buah handuk, satu buah tas, dan satu buah pisau berwarna merah. Pisau inilah yang di gunakan IUJ untuk memotong tali pusar bayi. Akibat perbuatanya, IUJ dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 dan 4 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau pasal 341 KUHP atau Pasal 342 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutup Heru. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Mayat Bayi
  2. Sleman
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.