Mahasiswa UI Temukan Obat Alternatif Kanker Serviks

Kamis, 22 Agustus 2019 19:09 Reporter : Nur Fauziah
Mahasiswa UI Temukan Obat Alternatif Kanker Serviks Mahasiswa UI Temukan Obat Alternatif Kanker Serviks dari Racun Duri Lionfish. ©2019 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil menemukan Obat Anti Kanker Serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish. Ini merupakan sebagai alternatif obat dari bahan alam untuk sediaan anti kanker serviks.

Tiga mahasiswa itu adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila dan She Liza Noer. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik UI.

Penelitian yang dilakukan para mahasiswa dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kematian yang disebabkan oleh kanker serviks di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2018 yang dikeluarkan Globoca menyatakan bahwa terdapat 32.469 kasus dan 18.279 diantaranya meninggal dunia.

Mustika mengatakan, Lionfish juga mengalami species invasive dengan tingkat reproduksi dan distribusi yang tinggi sehingga menyebabkan ledakan populasi hingga 700%. Ledakan populasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar.

"Berangkat dari permasalahan tersebut, kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam. Terlebih lagi, pengobatan melalui kemoterapi juga belum sepenuhnya efektif karena efek samping yang dihasilkannya," katanya, Kamis (22/8).

"Penggunaan Lionfish di sini merupakan upaya kami untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ikan tersebut merupakan salah satu ikan yang merugikan nelayan. Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sel kanker," tambah Mustika.

Racun duri Lionfish mengandung peptida yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis. Yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif.

Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengekstraksi racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat dengan proses pemanasan. Ekstrak racun dari duri Lionfish yang telah diperoleh kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker.

"Hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada," jelas Mustika.

Dia berharap agar melalui penelitian dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam serta dapat mengatasi permasalahan invasi Lionfish di beberapa perairan. Sehingga tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

Penelitian ini mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi dan tengah dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali. [fik]

Baca juga:
Kutil pada Bagian Pribadi Tubuh Bisa Picu Munculnya Kanker
Pasien Kanker Serviks Sebagian Besar Baru Merasa Gejala ketika Sudah Stadium Lanjut
Kunjungi Ambon, Iriana Ajak Perempuan Tes IVA & Kurangi Sampah Plastik
Kebiasaan Mencuci Tangan Bisa Hindarkan Munculnya Kanker Serviks
Dokter Spesialis Patologi Ketuk Peserta CFD Deteksi Dini Kanker Serviks
Cegah kanker serviks, lebih baik vaksin HPV atau skrining?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini