Mahasiswa Papua dan Sejumlah Pihak di Makassar Serukan Persatuan
Merdeka.com - Mahasiswa Papua dan Papua Barat dan sejumlah pihak di Makassar menyerukan persatuan, setelah peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu. Seruan persatuan tersebut dibalut dalam dialog kebangsaan 'Memperkuat Solidaritas Harmoni Kebangsaan di Makassar', Kamis (22/8).
Di antara peserta diskusi, tampak mahasiswa Papua dan Papua Barat hanya beberapa orang saja. Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suaeb membantah jika minimnya mahasiswa Papua yang hadir sebagai bentuk penolakan.
"Memang tadi ada beberapa mahasiswa di antara mereka yang minta izin tidak datang karena ada ujian. Saya rasa tidak ada orang yang menolak damai. Cuma mungkin karena kesibukan saja. Jadi bukan penolakan karena khususnya di Makassar tidak ada kekerasan," kata Iqbal Suaeb di Hotel Claro, Makassar.
Dialog kebangsaan ini merupakan inisiasi bersama antara Pemkot Makassar, Kodim 1408/BS dan Polrestabes Makassar serta sejumlah ormas di Makassar.
Hadir di acara tersebut Dandim 1408/BS Kolonel Ind Andriyanto, Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Wahyu Dwi Ariwibowo dan perwakilan ormas.
Iqbal Suaeb menegaskan, pihaknya tidak mau apa yang terjadi di Makassar jadi pemicu kejadian lebih besar di Papua dan Papua Barat.
"Kita mau Makassar ini turut mendinginkan suasana di wilayah Papua," lanjutnya.
Dia mempersilakan mahasiswa dan warga asal Papua yang ada di Makassar beraktivitas, belajar bahkan bekerja.
"Semua di sini, saya, Kapolrestabes, Dandim memberikan jaminan keamanan dan insya Allah kami juga akan koordinasi dengan pimpinan universitas, mungkin didampingi Kapolrestabes, Dandim untuk road show ke Papua dan Papua Barat bersilaturrahmi, memberikan jaminan kalau ada yang mau sekolah di Makassar akan diberikan keistimewaan," ujarnya.
Di antara ormas yang hadir dalam pertemuan ini dari Forum Umat Islam Bersatu, HMI Cipayung, Ansor, Garuda Indonesia, Aliansi Masyarakat Anti Syiah, Lembaga Pemburu Aliran Sesat, FPI dan KPSI. Dari pihak mahasiswa Papua, yang hadir perwakilan Ikatan Pelajar Mahasiswa Fakfak.
Rano Karno Patiran, mahasiswa Papua dan perwakilan ormas Islam kompak membacakan satu persatu tujuh poin isi deklarasi.
Mereka menyerukan kepada seluruh warga Kota Makassar untuk menjaga persatuan dan soliditas dalam menciptakan suasana yang kondusif. Mendukung sepenuhnya upaya penegakan hukum oleh aparat untuk menindak tegas dan menangkap pihak yang berusaha melakukan provokasi.
"Mengimbau semua komponem bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI dan sandarkan diri ke Illahi Rabbi," sebutnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya