Macet Parah Depan Stasiun LRT Harjamukti, Wakil Wali Kota Sebut Perlu Rapat Koordinasi

Penyebab kemacetan karena banyaknya angkot, taksi online dan sejumlah kendaraan yang terparkir di depan stasiun.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Macet Parah Depan Stasiun LRT Harjamukti, Wakil Wali Kota Sebut Perlu Rapat Koordinasi
Macet Parah Depan Stasiun LRT Harjamukti, Wakil Wali Kota Sebut Perlu Rapat Koordinasi (Merdeka.com)

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah akhirnya mendatangi Stastiun LRT Harjamukti, Cimanggis, Depok. Hal ini lantaran hampir setiap sore kondisi jalanan masuk ke stasiun selalu macet.

Penyebabnya ternyata banyaknya angkutan kota (angkot), taksi online dan sejumlah kendaraan yang terparkir di depan stasiun. Kondisi ini menghambat kendaraan lain yang hendak melintas.

Bahkan moda transportasi umum seperti BisKita pun ikut tersendat saat akan masuk ke depan halte stasiun. Melihat kondisi tersebut, Chandra pun meminta pengelola stasiun untuk berkordinasi dengan pihak lain untuk segera melakukan penertiban.

"Dan memang masyarakat Kota Depok juga terlayani oleh LRT ini. Di sini juga ada Biskita yang melayani warga Depok, dan saya lihat sendiri bahwa ini terjadi kemacetan yang cukup parah," kata Chandra, Selasa (6/5).

Dia tidak menampik bahwa kemacetan yang terjadi memang karena banyak kendaraan yang parkir sembarangan. Bahkan Chandra melihat langsung bagaimana kendaraan BisKita tersendat ketika hendak menurunkan penumpang di halte.

Dia pun segera meminta pihak-pihak terkait tidak menutup mata atas kondisi tersebut.

"Akan tetapi terkait pembenahan kemacetan di sini, ini memang tindak lanjutnya harus ada koordinasi antara beberapa instansi. Jadi bukan hanya di Pemkot Depok, tapi juga kita koordinasi dengan instansi Kwarnas dan juga dengan pihak LRT dan terutama juga BPTJ," ujarnya.

Untuk diketahui bahwa jalan tersebut adalah milik Kwarnas yang dipinjam pakai oleh LRT. Kondisi ini yang membuat Dinas Perhubungan Kota Depok tidak bisa memasang rambu di lokasi tersebut.

"Jadi juga dari Dishub (Dinas Perhubungan) juga enggak bisa juga masang rambu-rambu. Nah sehingga nanti tindak lanjutnya adalah perlunya rapat koordinasi antar instansi dan terutama koornya nanti mungkin di BPTJ, seperti itu," tukasnya.

Dari hasil tinjauan ini akan segera dilaporkan ke Wali Kota Depok, Supian Suri. Chandra menuturkan banyak laporan dari warga yang masuk padanya mengenai kemacetan di titik ini.

Selanjutnya dia akan melakukan kajian secara hukum dan untuk sementara mempertebal personel Dishub khususnya di jam-jam padat.

"Pastinya nanti kami juga akan lapor ke Bapak Wali Kota untuk kita diskusikan secara komprehensif solusi dari permasalahan ini seperti itu," bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi LRT Purnomo mengatakan akan menambah jumlah petugas di sekitar stasiun. Pihaknya juga berjanji akan menambah beberapa rambu-rambu di sekitar Stasiun LRT Harjamukti.

"Kita upayakan agar tidak ada kemacetan ya, termasuk juga mengurai, tadi menangkal mobil yang di parkir. Tadi saya sudah minta ke Pak KS (Kepala Stasiun), sama Manager Pengamanan untuk membebaskan jalur Biskita ini dari siapapun yang parkir. Termasuk yang ngetem," katanya.

Untuk pemasangan rambu, pihaknya akan berkordinasi dengan dinas terkait. Intinya kata dia, pihaknya ingin pengguna LRT merasa terlayani dan nyaman menggunakan transportasi massal ini.

"Sehingga akan memberikan informasi yang lebih informatif ke pengguna jalan. Ini kan (jalan) tanah Kwarnas awalnya, tapi boleh dipergunakan untuk akses. Statusnya pinjam pakai," pungkasnya.

Rekomendasi