Macan Lawu Pemangsa Belasan Kambing Dievakuasi ke Kebun Binatang Solo

Minggu, 23 Desember 2018 00:31 Reporter : Arie Sunaryo
Macan Lawu Pemangsa Belasan Kambing Dievakuasi ke Kebun Binatang Solo Macan Gunung Lawu ditangkap warga. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Usai ditangkap, Sabtu (22/12) subuh tadi, macan tutul lereng Gunung Lawu pemangsa belasan kambing warga dievakuasi ke kebun binatang Solo atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Evakuasi dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan cara dibius terlebih dahulu.

Harimau jenis tutul (Panthera padus) tersebut tiba di TSTJ pukul 15.15 WIB, seusai dibawa dari Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Hewan buas 2,5 tahun dan berat 30 kilogram itu dibawa dengan mobil Polisi Hutan BKSDA Solo. Sedikitnya 10 petugas BKSDA menurunkan kandang jebakan serta memindah macan ke kandang karantina.

"Kami butuh waktu sekitar satu jam untuk membawa macan tutul dari lokasi temuan ke TSTJ Solo. Selama perjalanan macan dibius dengan dosis rendah oleh tim dokter," ujar Kepala Resor Konservasi BKSDA Wilayah Karanganyar, Sumiyarno.

Dia memperkirakan, populasi macan tutul di Gunung Lawu masih cukup banyak. Jika dilihat dari usianya, macan tersebut sudah dewasa, sehingga dimungkinkan baru belajar mencari makan.

"Sementara kita titipkan ke TSTJ Solo untuk menjalani pemeriksaan tim dokter. Setelah kondisinya pulih akan kami laporkan ke BKSDA Jawa Tengah. Apakah nanti dilepas kembali atau bagaimana," katanya.

Menurut dia, ada dua macan tutul saat kejadian. Satu macan masuk ke kandang perangkap dan satunya melarikan diri. Dia berharap setelah kondisinya pulih, binatang buas itu bisa dilepas ke alam bebas.

Petugas dokter TSTJ Nuraini menyatakan, secara fisik kondisi macan tutul sehat. Menurutnya, efek obat bus yang disuntikkan akan cepat hilang. Sehingga saat tiba di TSTJ Solo sempat menyulitkan petugas yang akan memindahkan ke karantina.

"Kita akan lakukan karantina selama sepekan. Setelah itu akan dicek kondisi fisiknya untuk menentukan dilepas ke alam atau tetap di TSTJ. Kita beri makan daging sapi dan ayam selama berada di sini," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini