Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mabes Polri Buka Suara Soal Personel Minta Rektor Unika Bikin Video Testimoni Kinerja Jokowi

Mabes Polri Buka Suara Soal Personel Minta Rektor Unika Bikin Video Testimoni Kinerja Jokowi

Mabes Polri Buka Suara Soal Personel Minta Rektor Unika Bikin Video Testimoni Kinerja Jokowi

Markas Besar (Mabes) Polri buka suara perihal polisi yang meminta Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, untuk membuat video apresiasi kinerja Presiden Joko Widodo. Mabes Polri menyebut hal tersebut merupakan bagian dari cooling system.


"Tujuan daripada cooling system itu memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Rabu (7/1).

Upaya cooling system itu turut juga menyasar beberapa sivitas akademika sekaligus menjalankan amanat Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.


"Maka dibutuhkan kolaboratif atau kolaborasi partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk juga kepada seluruh kaum sivitas akademika," jelas Trunoyudo.

Mabes Polri Buka Suara Soal Personel Minta Rektor Unika Bikin Video Testimoni Kinerja Jokowi

Di satu sisi, Polda Jawa Tengah memberikan klarifikasi terkait ramainya kabar polisi meminta sejumlah rektor di Kota Semarang membuat video testimoni apresiasi kinerja Jokowi.

Mereka menyatakan tujuan permintaan pesan itu adalah untuk menciptakan cooling system atau Pemilu damai.


"Jadi ini Pemilu ada kegiatan cooling system. Kita minta tokoh masyarakat memberikan imbauan agar Pemilu berjalan damai. Intinya pesannya itu untuk cooling system," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Selasa (6/2).

Satake mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas pada Pemilu 14 Februari nanti.


"Dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga Pemilu terselenggara dengan aman, damai dan bermartabat. Tentu sesuai dengan harapan Forum Rektor," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Rektor Unika Semarang Ferdinandus Hindarto mengaku diminta polisi untuk membuat video testimoni apresiasi kinerja Jokowi. Dia mengaku pemilik nomor yang mengaku dari kepolisian tersebut mulai menghubunginya, Jumat (2/2).


Kemudian pada Sabtu (3/2), seorang anggota kepolisian kembali menghubunginya dengan mengirimkan video testimoni dari kampus lain yang bakal segera dikirim ke Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi.

Mabes Polri Buka Suara Soal Personel Minta Rektor Unika Bikin Video Testimoni Kinerja Jokowi

Merasa tidak perlu membuat video testimoni tersebut, Ferdinandus memilih untuk tidak membalas pesan dari nomor yang mengatasnamakan kepolisian itu.

Mabes Polri Buka Suara Soal Personel Minta Rektor Unika Bikin Video Testimoni Kinerja Jokowi

Akhirnya, pada Senin (5 /2), nomor itu kembali menghubunginya. Dengan berbagai alasan, Ferdinandus menolak permintaan itu.

Cerita Rektor Unika Dihubungi Orang Mengaku Polisi untuk Buat Video Prestasi Jokowi: Saya Tolak
Cerita Rektor Unika Dihubungi Orang Mengaku Polisi untuk Buat Video Prestasi Jokowi: Saya Tolak

Rektor Unika menceritakan dihubungi orang mengaku polisi untuk membuat video mengapresiasi kinerja Presiden Joko

Baca Selengkapnya
Minta Rektor Bikin Video Apresiasi Jokowi, Ini Alasan Polda Jateng
Minta Rektor Bikin Video Apresiasi Jokowi, Ini Alasan Polda Jateng

Polda Jawa Tengah memberikan klarifikasi terkait ramainya kabar polisi meminta rektor di Semarang membuat video testimoni apresiasi kinerja Presiden Jokowi.

Baca Selengkapnya
Polisi Minta Rektor di Semarang Bikin Video Promosi Jokowi, Ini Respons Mahfud Md
Polisi Minta Rektor di Semarang Bikin Video Promosi Jokowi, Ini Respons Mahfud Md

Polda Jawa Tengah mengakui meminta Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindiarto untuk membuat video testimoni kinerja Presiden Jokowi.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Anies soal Rektor Unika Diminta Buat Video Apresiasi Jokowi: Tidak akan Berhasil, Semua akan Terungkap
Anies soal Rektor Unika Diminta Buat Video Apresiasi Jokowi: Tidak akan Berhasil, Semua akan Terungkap

Anies menilai permintaan kepada Rektor Unika untuk membuat video apresiasi kinerja Presiden Jokowi sebagai operasi memperbaiki citra.

Baca Selengkapnya
Kompolnas Ungkap Rektor Unimus juga Diminta Bikin Video oleh Polisi
Kompolnas Ungkap Rektor Unimus juga Diminta Bikin Video oleh Polisi

Sebelumnya Rektor Unika diminta mmebuat video apresiasi terhadap pemerintahan Joko Widodo

Baca Selengkapnya
Polri Diduga Intimidasi Rektor Unika, Ganjar: Sebagai Anak Polisi, Saya Tidak Terima
Polri Diduga Intimidasi Rektor Unika, Ganjar: Sebagai Anak Polisi, Saya Tidak Terima

Tindakan intimidasi tentunya sangat disayangkan, untuk membuat video yang intinya mendukung pemerintah.

Baca Selengkapnya
Mantan Menteri Jokowi Mendadak Bertemu Kapolri dan Para Jenderal Polisi, Ada Apa?
Mantan Menteri Jokowi Mendadak Bertemu Kapolri dan Para Jenderal Polisi, Ada Apa?

Berikut potret mantan menteri Jokowi mendadak bertemu Kapolri dan para Jenderal.

Baca Selengkapnya
Buntut Minta Rektor Unika Bikin Video Apresiasi ke Jokowi, Polda Jateng Dipanggil Kompolnas
Buntut Minta Rektor Unika Bikin Video Apresiasi ke Jokowi, Polda Jateng Dipanggil Kompolnas

Polisi berdalih permintaan tersebut sebagai cooling sistem atau Pemilu damai

Baca Selengkapnya
VIDEO: Pengakuan Jujur Jokowi Soal Batas Usia Kepala Daerah, Karpet Merah Untuk Kaesang?
VIDEO: Pengakuan Jujur Jokowi Soal Batas Usia Kepala Daerah, Karpet Merah Untuk Kaesang?

Presiden Jokowi tidak mau banyak berkomentar terkait putusan MA tersebut.

Baca Selengkapnya