Lumba-Lumba di Hotel Melka Buleleng Mati karena Gangguan Pencernaan

Kamis, 15 Agustus 2019 01:00 Reporter : Moh. Kadafi
Lumba-Lumba di Hotel Melka Buleleng Mati karena Gangguan Pencernaan Lumba-lumba di Hotel Melka Buleleng Bali Mati. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Bali memastikan kematian seekor lumba-lumba di Hotel Melka, Kabupaten Buleleng, Bali lantaran gangguan pencernaan. Hal tersebut berdasarkan hasil visum.

"Kita baru terima hasil visumnya, di situ memang ada indikator-indikator bahwa lumba-lumba itu mengalami gangguan pencernaan berarti dicoba untuk diselidiki lagi apa penyebabnya. (Penyebabnya) bisa kondisi air dan kondisi pakan," kata Ketua BKSDA Bali Budhy Kurniawan saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (14/8).

Ia juga menjelaskan, dengan hasil visum tersebut nantinya menjadi petunjuk dan alat untuk mengambil keterangan dari pihak pengelola. Mengenai adanya kelalaian, pihaknya belum bisa memastikan namun jika mengarah ke hal tersebut ada mekanisme hukum sampai pencabutan izin konservasi di CV Melka Satwa.

"Nanti kita lihat, ada mekanismenya, ada mekanisme hukum ada mekanisme sanksi dan administrasi, ini petunjuk dan itu harus dikembangkan," ujarnya.

"Iya izin lembaga konservasi. Ada mekanismenya, kayak misalnya pemegang izin yang melanggar dan ada mekanisme tahapan dari surat peringatan sampai kepada pencabutan izin," sambung Budy.

Sementara terkait dua lumba-lumba yang masih berada di Hotel Melka yang belum dievakuasi. Pihaknya masih memantau kondisi dua lumba-lumba tersebut. Jika nanti kondisinya membaik tentu akan relokasi ke lembaga konservasi yang fasilitas lebih baik dan kemudian dilepas liarkan.

Selain itu, Budy juga membenarkan salah satu di antara dua lumba-lumba yang belum dievakuasi tersebut, ada yang buta di mata sebelah kanannya.

"Kita intens setiap hari ada dokter yang ngecek ke sana (Hotel Melka) dengan intens. Yang satu (Buta) tapi sebelahnya kanan saja. Pasti nanti kita titipkan yang punya kapasitas yang memadai. Satwa yang lama tinggal itu kemampuan survive kan masih perlu treatment," ujar Budy.

Seperti yang diberitakan, satu ekor Lumba-lumba jenis hidung botol ditemukan mati di Hotel Melka pada Sabtu (3/8) lalu. Kini lumba-lumba tersebut tinggal 4 ekor.

Kemudian, dua ekor Lumba-lumba direlokasi Lembaga Khusus (LK) Konservasi Lumba-lumba di Pantai Mertasari, Sanur Denpasar, pada Selasa (6/8) lalu, oleh petugas BKSD Bali dan tim JakartaAnimal Aid Network (JAAN).

Saat ini, sisa dua ekor yang masih berada di Hotel Melka yang belum direlokasi karena menjalani perawatan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Satwa Indonesia
  2. Bali
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini