Juru Bicara PDIP Guntur Romli menilai wajar jika Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan terus membela Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Romli menilai, Jokowi dan Luhut satu kesatuan dalam oligarki.
"Pak LBP kan kroninya Pak Jokowi, pastinya akan terus membela. Pak LBP dan Pak Jokowi itu satu kesatuan dalam oligarki," kata Romli melalui pesan singkat, Kamis (3/4).
Romli tidak sependapat dengan Luhut bila Jokowi tak langgar konstitusi. Menurutnya, desakan untuk mengadili Jokowi justru semakin kuat di masyarakat.
"Pelanggaran Jokowi terhadap kontitusi dan desakan untuk mengadilinya kan semakin kuat di masyarakat," ujarnya.
Terlebih, kata Romli, Jokowi masuk daftar Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yakni pemimpin buruk dan bermasalah.
"Apalagi masuk dalam finalis OCCRP. Cek saja pemimpin-pemimpin dunia yang masuk di list itu memang pemimpin-pemimpin yang buruk dan bermasalah," pungkasnya.
Luhut Sebut Jokowi Tak Langgar Konstitusi
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kebebasan demokrasi jangan sampai merusak budaya sopan santun bangsa.
"Saya titip satu hal, selesai Ramadan ini, mari tetap memelihara santun dan ramah tamah Indonesia," ujar Luhut usai mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Senin (31/3).
Termasuk ketika mengkritik Jokowi, lanjutnya, agar tidak mengeluarkan kritik tanpa data jelas.
"Jangan berburuk sangka, saya saksi hidup sebagai pembantu Pak Jokowi selama sepuluh tahun," katanya.
Sebagai saksi hidup, dia tidak melihat ada pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Presiden.