Longsor terjang makam di Tarakan, jenazah berkain kafan terbongkar
Merdeka.com - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kota Tarakan, Kalimantan Utara, mengakibatkan lahan pemakaman longsor dan menerjang rumah warga di Jalan Sebengko RT 32 Tarakan Tengah. Empat makam terbongkar, termasuk di antaranya makam bayi yang masih terbungkus kain kafan.
Peristiwa itu terjadi jelang pagi tadi, usai Tarakan diguyur hujan deras sejak Sabtu (2/12) malam. Warga tidak ada yang menyangka, lahan makam yang ada di atas rumah mereka, longsor dan menerjang rumah mereka.
"Kejadiannya sekitar jam 7 pagi tadi. Tim SAR kantor SAR Tarakan terima informasi sekitar jam 10, dan kami bergegas ke lokasi," kata Kasi Operasi Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (BPP) Kaltim-Kaltara Octavianto, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (3/12) sore.
"Ada 2 rumah tertimpa tanah longsor, 4 makam ikut terbawa tanah longsor dan menimpa rumah di bawahnya. Di antaranya ada jasad bayi," ujar Octavianto.

Kerja keras tim SAR dari BPP Kaltim-Kaltara dari pos SAR Tarakan, beserta BPBD Kota Tarakan, Satbrimob Polda Kaltim, hingga jajaran Pemkot Tarakan, berbuah hasil. Tiga jasad dari 4 makam yang terbongkar terseret longsor, berhasil ditemukan.
"Masih ada 1 lagi jasad yang tertimbun tanah campur lumpur," sebut Octavianto.
Meski demikian, sejauh ini di lokasi belum diperlukan penggunaan alat berat untuk mencari 1 jasad yang masih tertimbun tanah. "Sementara ini, pencarian dihentikan sekitar jam 4 sore tadi. Belum, di lokasi belum menggunakan alat berat," ungkap Octavianto.
"Semua masih dikerjakan secara manual. Karena memang di lokasi, alat berat tidak bisa dikerahkan, karena lokasi longsor di permukiman padat," terangnya lagi.
Selain mengevakuasi jasad di dalam makam yang terbongkar karena longsor, tim SAR gabungan di lokasi juga mengevakuasi penghuni 2 rumah yang hancur diterjang longsor.
"Akibat dari hujan di Tarakan ini juga, selain longsor, juga berakibat banjir. Tim SAR masih siaga di lokasi," demikian Octavianto.
"Di Tarakan memang hujan ekstrem, deras campur angin kencang. Kita di sini memang was-was kejadian longsor seperti yang terjadi di pemakaman di Sebengko itu," kata Riadi (49), warga Tarakan saat dihubungi terpisah.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya