Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Liputan di TPS 30 Jayapura, wartawati RRI diusir & diancam dibunuh

Liputan di TPS 30 Jayapura, wartawati RRI diusir & diancam dibunuh Ilustrasi Kekerasan pada Wartawan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Peristiwa tak mengenakan menimpa Lina Usmasugi, seorang wartawati dari RRI saat meliput di tempat pemungutan suara (TPS) 30 Kompleks Hanyaan, Entrop, Kota Jayapura. Ia diusir dan diancam akan dibunuh jika tidak segera angkat kaki dari lokasi.

"Ko (kau) keluar cepat, ko keluar dari seni, kalu ko tidak keluar ko mati nanti. Tidak boleh ada wartawan disini," kata Lina di Jayapura, Rabu (15/2) seperti diberitakan Antara.

Lina menjelaskan peristiwa berawal saat ia mendatangi TPS pada pukul 10.00 Wit dan meminta waktu kepada Ketua KPPS setempat untuk live report.

"Begitu sampai di TPS, saya langsung minta kesediaan ketua KPPS untuk live report (saya wawancara dengan Piet, wartawan Jaya TV) wawancara berlangsung lancar," jelasnya.

Setelah selesai laporan, lanjutnya, ada satu orang laki-laki dengan muka marah, yang bertanya kepadanya kata "Ibu ko (kau) dari RRI ka? Saya jawab iya.. langsung dia teriak dengan nada marah, ko keluar sekarang, ko keluar." "Kita disini tidak boleh ada wartawan, ko keluar. Begitu dia usir, langsung saya ambil tas dan saya jalan menuju parkiran," ujarnya.

Intimidasi rupanya tidak berhenti di situ. Saat Lina berjalan menuju parkiran rupanya ia diikuti oleh pria tersebut. Sambil mengekor Lina, pria itu masih emosi marah-marah dan terus mengusirnya.

"Laki-laki ini bilang kalau tidak pergi, saya mau dibunuh. Bersamaan dengan itu, ibu-ibu yang ada di depan rumah BMD dengan semua maki-maki saya, teriak saya RRI tukang tipu, RRI bikin kacau, RRI an**ng," ujar Lina seraya menirukan makian si pria.

"Saya jalan sambil tunduk dan cuma bisa bilang terima kasih sama lelaki dan ibu-ibu yang masih marah-marah saya," pungkasnya.

Untuk diketahui, lokasi TPS tersebut berada di sekitar kediaman Boy Markus Dawir (BMD), di TPS ini warga datang memilih tidak pakai surat undangan, tapi hanya bermodalkan E-KTP.

Surat suara di sini juga, kurang dari jumlah DPT yang ada. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP