Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lima Korban Tsunami Banten Dibawa ke RS Puri Cinere Alami Patah Tulang

Lima Korban Tsunami Banten Dibawa ke RS Puri Cinere Alami Patah Tulang Kapolres dan Wali Kota Depok kunjungi korban tsunami di RS Cinere. ©2018 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Lima pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) korban tsunami Banten mengalami patah tulang. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere untuk menjalani operasi.

Kepala Bagian Humas RS Puri Cinere, Widya Karmadiyanti mengatakan, jumlah pegawai PLN UIT JBB yang dirawat awalnya sebanyak 43 korban. Namun yang masih dirawat inap hanya 18 orang.

"Yang masih dirawat sekarang ada 18 orang, 5 di antaranya menderita patah tulang dan sudah dioperasi. Kita juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga yang menderita trauma," kata Widya, di RS Puri Cinere, Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (24/12).

Korban yang tengah menjalani perawatan mendapat kunjungan dari Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Kurniawan dan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad. Para korban yang menjalani perawatan bagian dari 201 pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) yang mengadakan gathering di kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (22/12).

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad sempat mengobrol dengan beberapa pasien yang dirawat di RS tersebut. Di sana wali kota menanyakan kabar beberapa pasien. Salah satunya pada Senior Manager Konstruksi UIT JBB Frans Lisi (53).

"Gimana kabarnya pak, sudah membaik?" kata Idris.

Di tempat yang sama, Kapolres Depok menyampaikan rasa duka pada para korban. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Dirut PLN Sofyan Basir, dan pihak RS Puri Cinere Depok.

"Semoga semua diberi ketabahan," kata dia.

Diketahui, tsunami melanda kawasan sekitar Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam. Bencana menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sebagian daerah Banten dan Lampung.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin pukul 07.00 WIB musibah tersebut mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang mengalami luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi yang tersebar di lima kabupaten yakni Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP