Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lima kali Kapolda Metro berganti, kasus pembunuhan Akseyna masih gelap

Lima kali Kapolda Metro berganti, kasus pembunuhan Akseyna masih gelap Akseyna. ©facebook.com/Akseyna Ahad Dori

Merdeka.com - Kasus kematian Akseyna Ahad Dori yang tewas mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada 26 Maret 2015 masih diselidiki Polda Metro Jaya. Polisi pun belum bisa mengungkap siapa pembunuh mahasiswa Fakultas jurusan Biologi UI tersebut.

Dari Kapolda Metro Jaya dijabat Unggung Cahyono, Tito Karnavian, Moechgiyarto, M Iriawan, hingga Idham Azis, polisi belum menemukan titik terang pelaku pembunuhan pria yang akrab disapa Ace itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih menggunakan metode induktif dan deduktif untuk memecahkan kasus yang mangkrak dua tahun lamanya.

"Memang ya ada kasus lama belum terungkap kasus Akseyna ya. Tapi kita ada metode yang digunakan, induktif dan deduktif. Induktif dari olah TKP penyidik sudah olah TKP, dari olah TKP menemukan apa nanti kemudian siapa saksinya yang tahu," kata Argo di Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (24/1).

"Dari olah TKP kita kembangkan kira-kira saksi siapa saja yang mengetahui, apakah pernah berdua atau bercerita, kita cari," tambahnya.

Kemudian dari metode deduktif, lanjut Argo, kepolisian fokus dari lingkungan teman-teman sebaya Ace, sapaan akrab Akseyna. Argo juga mengaku masih banyak kasus selain kematian Ace yang belum rampung ditangani pihaknya.

"Kita juga deduktif, apakah saat kuliah apa ada masalah dengan teman-temannya, atau temannya ada yang tidak suka, itu perlu kita dalami juga. Kita cari kita periksa. Dan banyak juga kasus yang belum terungkap kepolisian sampai sekarang," tutur Argo.

Argo berdalih, pihaknya belum bisa menemukan benang merah kasus ini disebabkan tak ada saksi mata yang melihat secara langsung. Polisi pun ingin bersikap sesuai prosedur penyidikan yang tak asal menuduh orang.

"Saksi seperti apa, saksi tidak melihat gimana? Ada saksi yang melihat gak? Apakah polisi akan menuduh orang? Kan tidak. Kalau tidak ada saksi masa kita paksakan tersangkanya, kita profesional saja. Kalau ada silahkan kasih tau ke saya, nanti saya periksa," ujar Argo.

Kendati demikian, Polda Metro Jaya tengah berupaya membongkar misteri kasus jenazah Akseyna yang ditemukan mengapung di Danau Kenanga Universitas Indonesia (UI) pada 26 Maret 2015 ini.

"Kita tetap cari, masih dalam proses penyidikan," tandasnya

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP