Liliyana Sedih Audisi Beasiswa Djarum Disetop, Masih Asa Indonesia Juara Dunia?

Minggu, 8 September 2019 18:05 Reporter : Abdul Aziz
Liliyana Sedih Audisi Beasiswa Djarum Disetop, Masih Asa Indonesia Juara Dunia? Audisi Beasiswa Bulutasngkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan atlet Bulutangkis Nasional, Liliyana Natsir menyayangkan keputusan penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis oleh PB Djarum yang mulai berlaku pada 2020. Penghentian audisi akan memutus mata rantai penjaringan atlet-atlet Bulutangkis potensial di masa mendatang.

"Sedih," kata atlet yang akrab disapa Butet ini saat memantau Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (8/9).

Butet mengenang saat mulai merintis menjadi atlet bulutangkis di Manado. Diakuinya, belum ada audisi seperti saat ini. Sehingga dia harus meninggalkan kampung halamannya untuk terbang ke Kudus, markas PB Djarum. Situasi saat itu tak mudah, karena orang tua mesti mendukung baik moral maupun materiil. Apalagi biaya dari Manado untuk ke Jakarta tidak murah. Tiket pesawat semisal membutuhkan biaya yang tak sedikit.

"Belum penginapan. Kalau diterima. Kalau tidak diterima pulang lagi. Itu berat," kenangnya.

Liliyana melihat tingginya animo masyarakat untuk ikut seleksi beasiswa Djarum dan menjadi atlet profesional. Audisi yang bersifat cuma-cuma ini dinilai bisa menjaring atlet-atlet potensial di masa mendatang. Selain itu, atlet yang lolos juga akan mendapat fasilitas cuma-cuma. Mulai dari latihan sampai pendidikan formal.

"Dengan tidak adanya audisi di tahun depan bukan berarti tidak ada kesempatan. Pasti ada. Cuma orang tua akan mengeluarkan biaya besar, bagaimana nanti orang tua yang tidak mampu? Misal orang tua yang dari Boyolali tadi, mau ikut kejuaraan di Surabaya. Tidak mungkin anak akan mengeluarkan biaya sendiri. Mesti orang tua mendampingi, hotel, pesawat, makan, perlu biaya. Sayang kalau anaknya ternyata potensial," ujarnya.

Sebagai mantan atlet, dia berharap audisi tetap bisa diselenggarakan. Audisi ini ikut menjaga asa dan mimpi anak menjadi pemain dunia. Karena calon atlet mau tidak mau harus masuk ke klub-klub besar.

"Saya berharap ada solusi. Mungkin ada strategi lain dari PB Djarum. Kecil kemungkinan tanpa ada audisi, atlet yang di daerah sulit terpantau," katanya.

Dengan tidak adanya audisi seperti yang dilakukan PB Djarum, akankah masih ada asa bagi anak-anak Indonesia untuk menjadi juara dunia?

"Dengan tidak audisi nantinya seperti apa? Saya pun tidak bisa jawab ya," ucap juara Kejuaraan Dunia nomor ganda campuran sebanyak empat kali itu.

Untuk diketahui, Bakti Olahraga Djarum Foundation memutuskan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang digelar PB Djarum mulai 2020. Keputusan ini diambil sebagai langkah mereduksi polemik yang mencuat belakangan ini.

Sejak 2006, Bakti Olahraga Djarum Foundation tak berhenti menjaring calon bintang bulutangkis masa depan, lewat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis. Namun, perhelatan pada 2019 ini akan menjadi audisi terakhir.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam acara konferensi pers, di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9). Acara tersebut dilaksanakan menjelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan mulai Minggu (8/9) hingga Selasa (10/9), di GOR Satria, Purwokerto.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kami menurunkannya," kata Yoppy.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini