Sebanyak 5.360 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) disebar ke daerah terpencil yang berada di 32 provinsi di Indonesia dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM). Seremoni pelepasan para mahasiswa UGM ini dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti di lapangan Grha Sabha Pramana UGM.
Dalam pidatonya, Susi menyinggung tentang pembangunan di bidang kemaritiman dan kelautan. Menurut Susi selama 4,5 pemerintahan Jokowi, pembangunan di bidang kemaritiman dan kelautan berhasil menyejahterakan nelayan.
"Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia. 4,5 tahun yang lalu, perikanan Indonesia bahkan tidak masuk tiga besar di Asia Tenggara. Oleh karena itu, Presiden Jokowi memiliki misi menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dan membuat undang-undang yang luar biasa untuk tidak mengampuni pencuri di laut yakni dengan ditenggelamkan," kata Susi, Jumat (28/6).
Susi menerangkan dampak dari kebijakan Jokowi tersebut pun mulai dirasakan hasilnya saat ini. Sejumlah kemajuan dirasakan oleh masyarakat usai adanya kebijakan-kebijakan di bidang kemaritiman.
"Stok ikan naik dua kali lipat, nilai tukar nelayan naik 10 kali lipat, dan nilai usaha perikanan mencapai 24 persen serta ekspor perikanan naik di atas rata-rata GDP. Sementara neraca perdagangan perikanan berada di posisi pertama se-Asia Tenggara," papar Susi.
Susi berharap agar mahasiswa KKN PPM UGM yang diterjunkan ke daerah pelosok bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan para nelayan. Sehingga nantinya muncul sejumlah inovasi baru yang dirasakan dampaknya.
"KKN akan menjadi satu aktivitas yang dibutuhkan oleh pertumbuhan populasi untuk mendidik, memberikan pemberdayaan, sharing ilmu ter-update. Terutama tentang situasi saat ini. Memberikan ilmu dari universitas," kata Susi.
"Harapannya adik-adik bisa membawa filosofi keberlanjutan pada masyarakat. Jangan hanya traveling, jalan-jalan di pantai saja, tetapi harus sadarkan masyarakat kalau laut adalah sumber pangan," pungkas Susi.