LED Display SPBU di Medan Tampilkan Ujaran Kebencian ke Jokowi & Megawati

Sabtu, 25 Mei 2019 18:59 Reporter : Yan Muhardiansyah
LED Display SPBU di Medan Tampilkan Ujaran Kebencian ke Jokowi & Megawati LED Display SPBU di Medan Tampilkan Ujaran Kebencian kepada Jokowi dan Megawati. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Video yang diambil di Jalan Marelan IV, Medan, Sumatera Utara, viral di media sosial. Pada rekaman itu terlihat totem display LED milik SPBU Pertamina di sana memunculkan ujaran kebencian.

Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi Kamis (23/5) malam. Tiang display yang biasanya hanya menerakan harga bahan bakar itu justru turut menampilkan tulisan bernuansa SARA dan penghinaan kepada Jokowi dan Megawati.

"SPBU Pasar III Marelan. Nggak tahu ini asalnya dari mana. Mungkin hacker, karena kalau menurut saya pribadi dari pihak Pertamina enggak mungkin buat kek gini. Warga rame ini dan membaca itu dengan jelas," suara pria pada video itu.

Pihak Pertamina sudah menyatakan tiang atau papan display itu diretas. "Betul, totem display LED milik SPBU Pertamina Marelan diretas," kata Roby Hervindo, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, kepada wartawan, Sabtu (25/5).

Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wib, tak lama setelah pergantian petugas SPBU. Sekuriti mengetahuinya setelah melihat warga berkumpul di depan tiang atau papan diaplay itu.

"Kita koordinasikan agar totem dimatikan. Dan langsung di hard reset totem untuk dimatikan," jelas Roby.

Pihak Pertamina sudah mengambil langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka mengirim tim IT Security untuk ke SPBU dengan nomor 142021141 itu.

"Untuk sementara ini dalam meningkatkan keamanan, totem-totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan yang memiliki totem itu semua dinonaktifkan. Paralel kita tingkatkan sekuriti terhadap sistemnya, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang," tegas Roby.

Sementara Polres Belawan telah memeriksa 7 orang terkait peretasan papan display itu. "Sudah ada yang kita periksa sekitar 7 orang, yakni pegawai SPBU termasuk manajer kita periksa semua dan didalami masing-masing," kata AKP Jerico Lavian Chandra, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan

Dia mengatakan pihaknya kini tengah mendalami kasus itu untuk mengungkap pelaku. Mereka juga telah mengamankan laptop dan perangkap Wifi dari lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

"Kemarin itu baru kita cek ternyata routernya itu, Wifi-nya masih memakai password default. Jadi belum dia ganti masih pakai password lama yang pertama sekali dikasih sama vendor," jelas Jerico. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini